
Dubes RI temui Perdana Menteri Sri Lanka bahas hubungan bilateral

Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Sri Lanka, Dinesh Gunawardena, di Kolombo pada pekan ini untuk membahas penguatan hubungan bilateral. (Kementerian Luar Negeri RI)
Perdana Menteri Sri Lanka mengharapkan masuknya investasi Indonesia ke negara tersebut, khususnya industri farmasi, peralatan listrik, baterai tenaga surya di zona industri ekspor di negara Asia Selatan tersebut.
Jakarta (Indonesia Window) – Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Sri Lanka, Dinesh Gunawardena, di Kolombo pada pekan ini.Pada pertemuan dalam rangka penguatan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai sektor tersebut, Dubes RI mendorong untuk segera dimulainya pembahasan Preferential Trade Agreement (PTA/Perjanjian Perdagangan Preferensial) dengan Sri Lanka, ungkap Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Indonesia Window pada Senin.Pertemuan yang juga merupakan kunjungan kehormatan kepada perdana mdenteri tersebut membahas berbagai isu termasuk peningkatan kerja sama antara kedua negara di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.Dubes RI juga menyampaikan fasilitasi perdagangan yang dapat dilakukan dengan Indonesia melalui program trade financing (pembiayaan perdagangan) dengan salah satu bank di Indonesia, seperti Eximbank Indonesia dengan credit guarantee (jaminan kredit) dari Asian Development Bank (ADB).Saat ini, beberapa perusahaan farmasi Indonesia telah menyampaikan penawaran obat-obatan esensial ke Sri Lanka melalui mekanisme trade financing dimaksud.Dubes RI mendorong pihak Sri Lanka untuk mempercepat proses rencana pembelian obat-obatan dan alkes (alat kesehatan) dari Indonesia tersebut.Selain itu, Dubes RI juga menyampaikan harapan agar Sri Lanka dapat mencabut kebijakan pelarangan penanaman kelapa sawit.Dalam hal ini, Dubes Dewi menyampaikan dampak positif serta kontribusi industri kelapa sawit di Indonesia terhadap perekonomian sekaligus upaya penerapan program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).Dia juga menjelaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung Sri Lanka dalam rangka kerja sama pengembangan industri kelapa sawit melalui program best practices (pengalaman terbaik) dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.Sementara itu, Perdana Menteri Sri Lanka mengharapkan masuknya investasi Indonesia ke negara tersebut, khususnya industri farmasi, peralatan listrik, baterai tenaga surya di zona industri ekspor di negara Asia Selatan tersebut.Perdana Menteri (PM) Dinesh juga menegaskan banyaknya insentif yang akan ditawarkan kepada investor asing.PM Sri Lanka tersebut menambahkan, industri utama Indonesia seperti aluminium, furnitur rotan, dan batik juga dapat memberikan dukungan kepada industri negara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kebijakan golden visa akan tarik talenta berkualitas
Indonesia
•
30 May 2023

Dubes RI tawarkan pesawat N212i kepada Menhan Jamaika
Indonesia
•
03 Mar 2023

Indonesia-Meksiko jajaki kerja sama jaminan produk halal
Indonesia
•
06 Jun 2022

Pemerintah gunakan teknologi kecerdasan buatan awasi tambang minerba
Indonesia
•
11 Jul 2021


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
