
Dosen Indonesia di China lihat kerja sama China-ASEAN semakin dalam

Foto dokumentasi ini menunjukkan para pengunjung sedang memilih produk dari negara-negara ASEAN di China-ASEAN Expo edisi lalu. (Xinhua)
Lin, sebagai dosen jurusan bahasa Indonesia di China, yakin bahwa dirinya akan terus menyaksikan perkembangan hubungan China-Indonesia dan kerja sama China-ASEAN yang akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua pihak, termasuk dia sendiri.
Nanning, China (Xinhua) – China-ASEAN Expo dan Konferensi Tingkat Tinggi Bisnis dan Investasi China-ASEAN ke-19 akan dibuka pada 16 September di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. Sugiato Lim, pemuda asal Kabupaten Bangka Barat dan sedang mengajar bahasa Indonesia di Guangxi menyatakan dirinya sangat menantikan digelarnya acara tersebut."Setiap tahun ketika China-ASEAN Expo dibuka, sangat banyak produk asal negara-negara ASEAN dipamerkan di China sehingga teman-teman China dapat lebih mengenal masakan khas dan sejumlah oleh-oleh dari Indonesia melalui acara ini," kata Lim, yang bernama China Lin Jianjie.Menurut Lin, acara tahunan ini memberi platform yang layak bagi China dan negara-negara ASEAN dalam melakukan kerja sama dan pertukaran di berbagai bidang.Lin sudah berkuliah dan bekerja di China selama beberapa tahun dan dirinya menyaksikan perkembangan hubungan China dan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.Selama 18 edisi China-ASEAN Expo, total jumlah stan pameran dari Indonesia mencapai 2.102 dengan diikuti oleh 1.163 perusahaan asal tanah air. Serangkaian produk dari Indonesia seperti mebel kayu, busana khas, kerajinan tangan, kopi luwak dan buah-buahan tropis menjadi favorit para konsumen China.Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, volume ekspor dari China ke Indonesia dan volume impor China dari Indonesia masing-masing meningkat 26 poin persentase dan 31,4 poin persentase secara tahunan.Meningkatnya hubungan China-Indonesia turut dirasakan Lin. "Saya suka makan bihun Luosifen, dan makanan ini sudah dipromosikan ke mancanegara termasuk negara-negara Asia Tenggara," ujar Lin, "Saya lihat ada banyak mahasiswa dari negara-negara ASEAN yang berkuliah di China tidak pernah ketinggalan untuk mencicipi makanan enak di sini."Luo Ba Wang, merek Luosifen terkenal di China, mulai mengekspor produknya ke ASEAN pada April 2020. Sejauh ini, lebih dari 760.000 porsi bihun Luosifen dari merek tersebut sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.
Foto dokumentasi ini menunjukkan bihun Luosifen, makanan khas dari Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)
Foto dokumentasi ini menunjukkan para pengunjung sedang memilih produk dari negara-negara ASEAN di China-ASEAN Expo edisi lalu. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Solidaritas jurnalis terhadap pembunuhan lebih dari 304 wartawan Gaza
Indonesia
•
15 Aug 2025

Terapi oksigen hiperbarik rambut dan kulit belum sepenuhnya terbukti ilmiah
Indonesia
•
25 Feb 2023

LSPR Jakarta jadi pusat “public relations” Asia Pasifik
Indonesia
•
30 Oct 2019

COVID-19 – Chongqing di China distribusikan paket medis gratis
Indonesia
•
05 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
