
Di tengah serangan, Netanyahu bahas pelucutan senjata Gaza dengan ‘Dewan Perdamaian’

Asap mengepul pascaserangan udara Israel terhadap sebuah masjid di sebelah timur Gaza City pada 28 Juli 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gaza/Yerusalem, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Pihak yang menamai dirinya "Dewan Perdamaian" pada Senin (3/8) menyampaikan bahwa Nickolay Mladenov, "perwakilan tinggi mereka untuk Gaza", telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas proses pelucutan senjata di Jalur Gaza dan transisi menuju tata kelola sipil.
Dalam sebuah pernyataan pers, dewan tersebut menggambarkan pertemuan itu berlangsung "konstruktif dan mendetail," seraya menyatakan bahwa kedua pihak memiliki kesepahaman mengenai tujuan akhir, yakni menyelesaikan pelucutan senjata di wilayah kantong tersebut dan transisi dari kekuasaan bersenjata menuju tata kelola sipil.
Dewan itu juga membantah apa yang disebutnya sebagai laporan tidak akurat mengenai penarikan pasukan, dan mengatakan bahwa penarikan militer Israel ke belakang "Garis Kuning" baru akan dilakukan setelah rampungnya proses pelucutan senjata, yang mencakup senjata ringan, senjata berat, dan terowongan.
‘Garis Kuning’ menandai batas penarikan militer Israel yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata fase pertama antara Hamas dan Israel. Garis tersebut menjadi demarkasi antara area-area yang berada di bawah kendali militer Israel dengan zona-zona tempat warga Palestina diizinkan untuk tinggal dan beraktivitas.
Menurut pernyataan tersebut, implementasi kesepakatan itu akan diawasi oleh Pasukan Stabilisasi Internasional dan Komite Verifikasi Implementasi, yang keduanya beranggotakan perwakilan dari Amerika Serikat dan "Dewan Perdamaian".
Dewan itu menambahkan bahwa kemajuan berkelanjutan menuju implementasi penuh bergantung pada pemenuhan kewajiban masing-masing pihak berdasarkan kerangka kerja yang telah disepakati.
Sementara itu, militer Israel pada Senin menuturkan bahwa pihaknya telah menewaskan dua komandan sayap bersenjata Hamas, termasuk seorang anggota pasukan elite Hamas, Nukhba, seiring berlanjutnya serangan Israel di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel memaparkan bahwa pihaknya telah menewaskan Abdallah Adnan Taha Abu al-Tayf, seorang komandan pasukan Nukhba, dalam sebuah serangan di Deir al-Balah, Gaza tengah, pada Minggu (2/8), serta Jalal Tsubeih, yang diidentifikasi oleh Israel sebagai komandan Batalion Daraj Tuffah dari sayap bersenjata Hamas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi bersihkan 1.257 ranjau Houthi di Yaman dalam satu pekan
Indonesia
•
28 Aug 2020

Pemerintahan Trump gugat Universitas California atas dugaan antisemitisme
Indonesia
•
25 Feb 2026

Trump didemo ribuan rakyatnya sendiri
Indonesia
•
22 Apr 2025

Para pemimpin UE dan G7 desakkan upaya mencegah eskalasi di Timur Tengah
Indonesia
•
15 Apr 2024


Berita Terbaru

Usai berkomitmen pada gencatan senjata, Israel tegaskan tak akan tarik pasukan dari Gaza
Indonesia
•
04 Aug 2026

Serangan di Gaza hancurkan persediaan medis, PBB peringatkan krisis yang kian parah
Indonesia
•
04 Aug 2026

Fokus Berita – Mediator tuding Israel gagalkan gencatan senjata lewat serangan mematikan di Gaza
Indonesia
•
04 Aug 2026

Spanyol pasang tembok laut untuk bendung gelombang migran dari Maroko
Indonesia
•
03 Aug 2026
