China sambut baik keterlibatan lebih banyak negara untuk redam krisis Ukraina

Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2022 ini menunjukkan kepulan asap di langit Kiev, Ukraina. (Xinhua/Lu Jinbo)
Dengan krisis Ukraina yang sudah memasuki tahun ketiga, pertikaian belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dan menimbulkan lebih banyak dampak limpahan.
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Jumat (24/5) mengatakan bahwa China menyambut baik keterlibatan lebih banyak negara untuk memainkan peran konstruktif dalam meredam krisis Ukraina dan mendukung perundingan perdamaian.Pernyataan tersebut disampaikan Wang dalam sebuah konferensi pers harian ketika diminta untuk menjelaskan tentang ‘Konsensus antara China dan Brasil dalam Penyelesaian Politik atas Krisis Ukraina’ (Common Understandings Between China and Brazil on Political Settlement of the Ukraine Crisis), yang dirilis oleh kedua belah pihak pada Kamis (23/5).Wang mengatakan bahwa diplomat terkemuka China, Wang Yi, bertemu dengan penasihat khusus presiden Brasil pada Kamis di Beijing. Mereka melakukan pertukaran pandangan yang mendalam mengenai krisis Ukraina dan mencapai enam poin konsensus.Keenam konsensus ini tidak hanya mencerminkan posisi bersama China dan Brasil, tetapi juga kekhawatiran yang meluas dan keinginan yang tulus dari masyarakat internasional untuk mendukung penyelesaian politik krisis Ukraina, imbuh Wang.Jubir tersebut mengatakan bahwa dengan krisis Ukraina yang sudah memasuki tahun ketiga, pertikaian belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dan menimbulkan lebih banyak dampak limpahan. Banyak pihak yang meyakini bahwa prioritas utama saat ini adalah meredakan situasi dan menciptakan kondisi untuk gencatan senjata, imbuhnya."Banyak negara berkembang, termasuk China dan Brasil, telah menyerukan untuk menegakkan posisi yang objektif dan adil dalam krisis Ukraina," ujar Wang, seraya menambahkan bahwa semua negara ini percaya jika dialog dan negosiasi merupakan satu-satunya jalan keluar yang memungkinkan untuk mengatasi krisis ini.Wang menyatakan bahwa konsensus ini, meskipun diprakarsai bersama oleh China dan Brasil, juga ditujukan untuk dunia."Kami menyambut baik keterlibatan lebih banyak negara, baik negara berkembang maupun negara maju, untuk mendukung dan mengesahkan konsensus ini, serta bersama-sama memainkan peran konstruktif dalam meredakan situasi dan mendukung perundingan perdamaian," demikian ujar Wang.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China waspada terhadap potensi kantor NATO di Jepang
Indonesia
•
14 May 2023

Fokus Berita – Israel umumkan "zona kemanusiaan" baru dan perluas operasi militer, warga Gaza City menolak pergi
Indonesia
•
07 Sep 2025

Thailand akan pertimbangkan gencatan senjata "berdasarkan kondisi di lapangan yang sesuai"
Indonesia
•
27 Jul 2025

CNN: Trump kunjungi lokasi tergelincirnya kereta di Ohio, soroti ketidakhadiran Biden
Indonesia
•
24 Feb 2023
Berita Terbaru

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026

Faksi-faksi perjuangan Palestina pertahankan senjata
Indonesia
•
05 Feb 2026

Saat tegang dengan AS, Iran luncurkan pangkalan rudal bawah tanah baru
Indonesia
•
05 Feb 2026

Ancaman ISIS kian meningkat, rekrut teroris asing dan perkuat teknologi
Indonesia
•
05 Feb 2026
