
Fatah dan Hamas sepakat bentuk komite untuk kelola Gaza pascaperang

Anak-anak Palestina berjalan di antara reruntuhan bangunan di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 30 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Delegasi dari gerakan Fatah di Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) dan gerakan bersenjata Hamas telah menyepakati draf dokumen untuk membentuk sebuah komite gabungan guna mengelola Jalur Gaza pascaperang.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Delegasi dari gerakan Fatah di Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) dan gerakan bersenjata Hamas telah menyepakati draf dokumen untuk membentuk sebuah komite gabungan guna mengelola Jalur Gaza pascaperang, seperti disampaikan seorang narasumber dari Mesir pada Selasa (3/12).Dokumen sepanjang dua halaman itu menyatakan bahwa komite yang menangani berbagai permasalahan Gaza dalam sejumlah bidang tersebut, antara lain bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi, akan terdiri dari 10 hingga 15 tokoh independen Palestina yang dikenal dengan "kompetensi, integritas, pengalaman, dan transparansi" mereka. Keterangan tersebut disampaikan seorang narasumber dari Mesir yang mengetahui informasi itu kepada Xinhua dengan syarat identitasnya dirahasiakan.Narasumber tersebut menambahkan bahwa komite itu akan diawasi oleh PA.Kesepakatan atas draf dokumen tersebut, yang masih harus disetujui oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dicapai setelah perundingan antara Fatah dan Hamas di Kairo yang dimulai pada Sabtu (30/11).
Anak-anak Palestina berjalan di antara reruntuhan bangunan di Gaza City pada 28 November 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia tegaskan tak akan gabung Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir
Indonesia
•
25 Jun 2022

Kebijakan luar negeri China dukung perdamaian dunia dan pembangunan bersama
Indonesia
•
07 Dec 2022

Rusia bantah terlibat dalam kebocoran pipa gas Nord Stream
Indonesia
•
29 Sep 2022

Xi Jinping tawarkan 4 solusi untuk Timur Tengah, China dorong arsitektur keamanan baru
Indonesia
•
04 Sep 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
