
Utang federal AS melonjak ke level tertinggi, tingkatkan kekhawatiran publik

Foto yang diabadikan pada 29 Juli 2024 ini menunjukkan Gedung Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Hu Yousong)
Defisit anggaran Amerika Serikat tahun ini berpotensi melampaui 1,9 triliun dolar AS, atau lebih dari 6 persen dari output ekonomi, ambang batas yang sebelumnya hanya pernah tercapai pada era Perang Dunia II, krisis keuangan 2008, dan pandemik COVID-19.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) tahun ini berpotensi melampaui 1,9 triliun dolar AS, atau lebih dari 6 persen dari output ekonomi, ambang batas yang sebelumnya hanya pernah tercapai pada era Perang Dunia II, krisis keuangan 2008, dan pandemik COVID-19, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (16/9)."Utang federal publik, jumlah keseluruhan dari semua defisit, baru saja melampaui angka 28 triliun dolar AS atau hampir 100 persen dari PDB," sebut WSJ. "Jika Kongres tidak bertindak, total utang akan naik 22 triliun dolar AS lagi hingga 2034. Biaya bunga saja berpotensi melampaui belanja pertahanan tahunan."Para ekonom dan pembuat kebijakan sudah khawatir bahwa tumpukan utang yang terus bertambah dapat memicu tekanan kenaikan untuk suku bunga, menahan pertumbuhan ekonomi, mengesampingkan prioritas lain, dan berpotensi merusak kemampuan Washington untuk meminjam jika terjadi perang atau krisis lainnya, kata laporan tersebut."Sudah ada tanda-tanda peringatan yang meluas, termasuk penurunan peringkat kredit AS dan permintaan yang lesu untuk utang pemerintah di beberapa lelang," katanya."Utang federal dan defisit telah melampaui berbagai garis merah imajiner dan konsekuensi yang ditakutkan belum terjadi," menurut laporan WSJ. "Dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan dunia, memberikan lebih banyak ruang gerak bagi AS dibandingkan negara-negara besar lainnya ... Ada risiko, tetapi tidak ada krisis fiskal.""Kita menyadari bahwa kita meminjam lebih banyak dari yang kita tahu kita bisa (pinjam)," kata Jason Furman, seorang ekonom Harvard yang dahulu merupakan penasihat utama mantan presiden AS Barack Obama. "Dan sesungguhnya kita telah meminjam dalam jumlah yang lebih banyak dari perkiraan kita."Survei menunjukkan bahwa publik khawatir soal defisit tersebut, tetapi mereka juga lebih menyukai politisi yang menawarkan pemangkasan pajak, cek stimulus, dan dana untuk militer, imbuh laporan itu.*1 dolar AS = 15.338 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Forum Keuangan Internasional prediksi ekonomi global tumbuh 5,9 persen pada 2021
Indonesia
•
05 Dec 2021

Kerja sama infrastruktur China-Afrika ciptakan peluang baru untuk pembangunan Afrika
Indonesia
•
28 Aug 2024

Permintaan global dongkrak batu bara acuan Februari jadi 188,38 dolar AS per ton
Indonesia
•
08 Feb 2022

Manggis segar dari Indonesia serbu pasar China jelang lonjakan permintaan saat liburan Imlek
Indonesia
•
14 Jan 2026


Berita Terbaru

Harga energi Eropa berfluktuasi tajam di tengah perubahan sinyal AS-Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ekonomi Asia diproyeksikan tumbuh 4,5 persen pada 2026
Indonesia
•
25 Mar 2026

Harga buah di Malaysia diperkirakan naik akibat gangguan pengiriman di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Feature – Truk berat China buka jalan baru kerja sama saling menguntungkan di Indonesia
Indonesia
•
19 Mar 2026
