Dari kemiskinan ke ekonomi raksasa, akademisi ungkap kunci kemajuan China

Han Xuerun (pertama dari kiri) menginstruksikan warga desa untuk menggunakan 'drone' pelindung tanaman pertanian di Hubin, wilayah Boxing, Binzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 15 Juni 2026. (Xinhua/Chen Bin)

Bishkek, Kirgizstan (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam beberapa dekade terakhir, China mencapai pembangunan luar biasa yang tidak terlepas dari kepemimpinan Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), kata seorang ilmuwan politik Kirgizstan.

Dalam wawancara dengan Xinhua, Kubanychbek Taabaldiev, profesor di Universitas Internasional Ala-Too di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, mengatakan bahwa China mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan dan mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan di bawah kepemimpinan CPC. Tahun ini menandai peringatan 105 tahun berdirinya CPC.

"Hasil-hasil ini dicapai berkat peran kepemimpinan CPC dalam tata kelola pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah," tuturnya.

Menurut pakar tersebut, filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat yang dipegang CPC "diwujudkan dalam pelaksanaan program-program berskala besar untuk meningkatkan kondisi sosial seluruh populasi", yang memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi "tercermin dalam peningkatan nyata kualitas hidup warga negara".

Ilmuwan politik itu menambahkan bahwa salah satu faktor utama bagi keberhasilan CPC adalah kemampuannya menggabungkan perencanaan strategis dengan fleksibilitas dalam reformasi.

Modernisasi China membuktikan bahwa pembangunan yang sukses dapat dicapai melalui jalur pembangunan yang mempertimbangkan tradisi sejarah, karakteristik pemerintahan, dan tingkat pembangunan ekonomi negara tersebut, ujar Taabaldiev.

"China secara aktif mengambil pelajaran dari pengalaman global, tetapi tetap menyesuaikannya dengan kondisi domestik tanpa berupaya meniru sepenuhnya model asing," tuturnya, seraya menambahkan bahwa jalan China menuju modernisasi telah berulang kali disesuaikan dengan perubahan kondisi domestik dan eksternal sembari tetap mempertahankan tujuan pembangunan jangka panjang negara tersebut.

Taabaldiev mengungkapkan bahwa CPC telah menunjukkan potensi nyata dari struktur tata kelola pemerintahannya melalui contoh-contoh praktis, yang menarik minat partai-partai politik lain di seluruh dunia.

"Hal-hal ini termasuk perencanaan negara jangka panjang, memprioritaskan pembangunan infrastruktur, berinvestasi dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berfokus pada peningkatan standar hidup," paparnya.

Sang pakar menambahkan bahwa pengalaman CPC dalam memimpin industrialisasi yang stabil, mengembangkan infrastruktur transportasi dan digital, mendukung sektor manufaktur, serta menarik investasi dapat menjadi pelajaran berharga bagi negara-negara berkembang.

Taabaldiev mengatakan bahwa China, di bawah kepemimpinan CPC, telah memainkan peran penting dalam menjaga tatanan internasional dan membentuk tata kelola global. China secara aktif berpartisipasi dalam urusan internasional, mempromosikan inisiatif dalam kerja sama infrastruktur, pembangunan berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, dan memperluas hubungan ekonomi antarnegara, paparnya.

"China merupakan perekonomian terbesar kedua di dunia. Keputusan-keputusan yang dibuatnya di bawah kepemimpinan CPC memiliki dampak signifikan pada ekonomi global, perdagangan internasional, dan juga proses investasi," ujar pakar itu.

Taabaldiev menuturkan advokasi China untuk lanskap multipolar hubungan internasional dan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam tata kelola global layak mendapat pengakuan luas.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh China terhadap pembentukan tatanan dunia modern terus berkembang," kata Taabaldiev, "dan partisipasinya semakin menjadi faktor penting dalam penyelesaian masalah-masalah global."

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait