
China desak Filipina hentikan provokasi di Laut China Selatan

Seorang peneliti melepaskan tali pada kapal selam berawak Shenhai Yongshi (Deep Sea Warrior) dari kapal penelitian ilmiah Tan Suo Yi Hao (Discovery One) untuk melakukan persiapan penyelidikan bawah air di Laut China Selatan pada 26 Mei 2023. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
China mendesak Filipina untuk segera berhenti melanggar kedaulatan China dan melakukan provokasi di Ren'ai Jiao, serta kembali mematuhi semangat Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration on the Conduct of Parties/DOC) di Laut China Selatan.
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Filipina untuk segera berhenti melanggar kedaulatan China dan melakukan provokasi di Ren'ai Jiao, serta kembali mematuhi semangat Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration on the Conduct of Parties/DOC) di Laut China Selatan, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Senin (1/4).Hal ini disampaikan Wang saat dimintai komentar mengenai pernyataan Departemen Pertahanan Nasional Filipina pada 29 Maret dan pernyataan Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Filipina Jonathan Malaya pada 30 Maret mengenai isu Laut China Selatan.Wang mengungkapkan bahwa Nansha Qundao, termasuk Ren'ai Jiao, selalu menjadi teritori China. Ruang lingkup teritori Filipina ditentukan oleh perjanjian internasional, sementara Nansha Qundao milik China berada di luar batas teritori Filipina.Filipina berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka melanggar janjinya kepada China, melanggar kedaulatan China, dan terus memprovokasi China. Ini satu-satunya penjelasan yang masuk akal atas serangkaian tuduhan palsu Filipina terhadap China, ungkap Wang.Dia mengatakan bahwa kebenaran dalam isu Ren'ai Jiao adalah bahwa Filipina telah mengingkari janjinya. "Mereka membuat janji serius untuk menarik kapal perangnya yang berlabuh secara ilegal, tetapi 25 tahun kemudian, kapal Filipina masih ada di sana."Filipina melanggar kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menangani situasi di Ren'ai Jiao dengan baik, ujar Wang. Filipina berjanji tidak akan memperkuat kapal perang yang berlabuh itu dan akan menginformasikan kepada China terlebih dahulu mengenai rencana pengiriman pasokan. Namun, Filipina menolak memenuhi janjinya dan berusaha mengirim bahan konstruksi untuk perbaikan dan penguatan berskala besar kapal perang tersebut untuk menduduki Ren'ai Jiao secara permanen.Filipina juga melanggar DOC yang ditandatangani bersama oleh China dan negara-negara ASEAN, tutur Wang. Ren'ai Jiao tidak berpenghuni, menurut Pasal 5 DOC, Para Pihak harus mempertahankan statusnya untuk tidak memiliki personel dan fasilitas. Namun, baru-baru ini, juru bicara militer Filipina secara terbuka berjanji akan membangun struktur permanen di Ren'ai Jiao.Selain itu, Wang mengutarakan bahwa Filipina juga berulang kali mengirim orang untuk menginjakkan kaki di Tiexian Jiao, China, dan pulau-pulau tak berpenghuni serta terumbu karang milik China di Laut China Selatan, yang sangat melanggar prinsip-prinsip DOC."Filipina, yang didukung oleh kekuatan eksternal, telah mengingkari janjinya dan melakukan provokasi. Inilah penyebab sebenarnya dari ketegangan yang terjadi saat ini di laut," ujar Wang, seraya menekankan bahwa tidak ada yang bisa menyembunyikan kebenaran, dan tidak ada yang bisa mengubah hitam menjadi putih."Filipina harus segera berhenti melanggar kedaulatan China dan melakukan provokasi, serta kembali mematuhi semangat DOC. China tidak akan goyah dalam tekadnya untuk melindungi kedaulatan teritori serta hak dan kepentingan maritimnya," papar Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Stoltenberg sebut Ukraina kuras persediaan amunisi NATO
Indonesia
•
14 Feb 2023

Turkiye tertarik gabung BRICS untuk manfaatkan potensi ekonomi
Indonesia
•
20 Jun 2024

Trump sebut AS dan Rusia akan segera mulai negosiasi untuk akhiri konflik Ukraina
Indonesia
•
14 Feb 2025

PM Inggris umumkan kesepakatan baru senilai 1,6 miliar poundsterling bagi Ukraina untuk beli rudal
Indonesia
•
04 Mar 2025


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya
Indonesia
•
12 May 2026

Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam kondisi "sangat kritis" saat diplomasi berlanjut
Indonesia
•
12 May 2026
