
Dana tanggap darurat PBB kumpulkan lebih dari 419 juta dolar AS untuk 2024

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini memperlihatkan bagian luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Central Emergency Response Fund telah mengalokasikan dana sebesar lebih dari 640 juta dolar AS di kurang lebih 40 negara dan wilayah, pada 2023.
PBB (Xinhua) – Sekitar 40 negara donatur pada Rabu (6/12) mengumumkan kontribusi sebesar lebih dari 419 juta dolar AS untuk dana tanggap darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk 2024, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).Dana yang terkumpul pada acara ikrar tingkat tinggi untuk Dana Tanggap Darurat Pusat (Central Emergency Response Fund/CERF) itu sedikit lebih tinggi dari 409 juta dolar AS yang dijanjikan pada acara tahun lalu.Pendanaan tambahan diperkirakan akan tersedia pada 2024, dengan beberapa negara donatur pada Rabu mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan, kata OCHA."CERF membuat perbedaan. Dan saya secara pribadi telah melihat perbedaan itu," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam acara tersebut. "Saya mendorong negara-negara donatur untuk terus melangkah maju demi dana yang sangat penting ini. CERF memberikan dukungan dan harapan ketika masyarakat paling membutuhkannya."Sejauh ini pada 2023, CERF telah mengalokasikan dana sebesar lebih dari 640 juta dolar AS di kurang lebih 40 negara dan wilayah. Ini meliputi dana untuk memulai operasi kemanusiaan yang mendesak di Gaza dan Sudan serta untuk merespons dengan cepat bencana gempa bumi dahsyat di Turkiye dan Suriah, kata OCHA."Tahun ini, sekali lagi, CERF telah membuktikan bahwa dana itu benar-benar merupakan dana 'untuk semua, oleh semua,'" ujar Undersecretary-General untuk Urusan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths pada acara tersebut. "CERF harus terus memainkan peran yang sangat penting ini, jika didanai secara penuh."Sejak CERF didirikan pada 2006, kebutuhan pendanaan global melalui permohonan kemanusiaan telah meningkat 10 kali lipat, dari 5,2 miliar dolar AS menjadi hampir 57 miliar dolar AS pada 2023. Hingga saat ini, dana tersebut, yang memiliki target pendanaan tahunan sebesar 1 miliar dolar AS, telah membantu ratusan juta orang dengan hampir 9 miliar dolar AS di lebih dari 110 negara dan wilayah, menurut OCHA.*1 dolar AS = 15.504 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak Israel penuhi kewajiban kemanusiaan di Gaza
Indonesia
•
03 Jul 2024

Momen seru pelepasliaran 100 tukik di Pantai Goa Cemara, Yogyakarta
Indonesia
•
07 Jul 2026

OKI: Kebebasan berekspresi tidak berarti menyerang agama
Indonesia
•
20 Nov 2020

COVID-19 – Thailand setujui vaksin Astrazeneca untuk penggunaan darurat
Indonesia
•
22 Jan 2021


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
