
California selidiki xAI terkait konten seksual eksplisit tanpa persetujuan

Ilustrasi. (Salvador Rios on Unsplash)
Grok digunakan untuk menghasilkan gambar rekayasa digital (deepfake) intim dari perempuan dan anak-anak, yang sering diunggah di platform media sosial seperti X untuk melecehkan korban.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Jaksa Agung California Rob Bonta pada Rabu (14/1) mengumumkan penyelidikan terhadap xAI, perusahaan di balik model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Grok, terkait pembuatan dan penyebaran konten seksual eksplisit tanpa persetujuan.
Kantor Bonta mengungkap bahwa Grok telah digunakan untuk menghasilkan gambar rekayasa digital (deepfake) intim dari perempuan dan anak-anak, yang sering diunggah di platform media sosial seperti X untuk melecehkan korban.
Menurut sebuah pernyataan dari kantor Bonta, sejumlah laporan dalam beberapa pekan terakhir menyoroti bagaimana pengguna Grok mengambil gambar daring biasa dari wanita dan anak-anak, lalu memanipulasinya menjadi skenario yang sugestif dan eksplisit secara seksual tanpa persetujuan. Fitur "spicy mode" dari xAI, yang memungkinkan pembuatan konten eksplisit, dipromosikan sebagai fitur pemasaran, yang berkontribusi pada penyebaran gambar tanpa persetujuan.
"Saya mendesak xAI untuk mengambil tindakan segera guna memastikan hal ini tidak berlanjut," kata Bonta dalam pernyataannya. "Kami tidak memberikan toleransi terhadap pembuatan dan penyebaran gambar intim tanpa persetujuan atau materi pelecehan seksual anak yang didasarkan pada AI."
Bonta mengatakan kantornya telah secara resmi membuka penyelidikan untuk menentukan apakah, dan dengan cara apa, xAI mungkin telah melanggar hukum.
Bonta juga mengutarakan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai risiko yang ditimbulkan oleh teknologi AI, terutama dalam melindungi anak-anak, dan menegaskan kembali komitmennya guna memastikan keamanan AI. Penyelidikan ini dilakukan setelah pada Agustus 2025 lalu dia mengirim surat kepada 12 perusahaan AI besar, mendesak mereka memperkuat langkah-langkah perlindungan terhadap konten tidak pantas yang melibatkan anak di bawah umur.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita: Diskusi kelompok di Sumut bertekad tingkatkan pendidkan berkualitas
Indonesia
•
17 Nov 2022

Jepang catat rekor penurunan populasi terbesar pada 2023
Indonesia
•
27 Jul 2024

Utusan PBB untuk Timur Tengah serukan upaya kolektif pemulihan horizon politik Palestina-Israel
Indonesia
•
25 Feb 2024

London School-Universitas Northumbria hasilkan 2.000 film pendek karya mahasiswa
Indonesia
•
22 Jun 2019


Berita Terbaru

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026

Ramadan 1447H - Ketua DPRD Kota Bogor sebut santri generasi unggulan Indonesia karena kaji Al-Qur'an
Indonesia
•
11 Mar 2026
