
Cagar alam di China timur laut saksikan puncak kedatangan burung migran

Foto yang diabadikan pada 28 Maret 2026 ini menunjukkan kawanan bangau oriental (ciconia boyciana) yang singgah di Cagar Alam Nasional Danau Chagan yang terletak di Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua)
Kawanan bangau oriental (Ciconia boyciana) tiba di Cagar Alam Nasional Danau Chagan yang terletak di Provinsi Jilin, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.
Changchun, China (Xinhua/Indonesia Window) – Daerah China timur laut sudah lama dikenal sebagai salah satu lokasi persinggahan penting dalam rute migrasi burung migran antara Asia Timur dan Australia. Seiring datangnya musim semi, daerah tersebut menyambut puncak kedatangan kawanan burung migran, yang memukau banyak pakar dan pengunjung.
Di Cagar Alam Nasional Danau Chagan yang terletak di Provinsi Jilin, para staf menemukan satu kawanan bangau oriental (Ciconia boyciana) dalam pemantauan rutin. Jenis bangau itu tercatat sebagai satwa yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China.
Kawanan tersebut terdiri dari sekitar 100-an ekor bangau. Perairan yang luas, lapisan es yang sudah mulai mencair, dan cakupan gelagah lahan basah yang luas menyediakan habitat yang tepat bagi bangau yang singgah dan mencari makanan.
Menurut Yang Jingshuang, staf di cagar alam tersebut, bangau oriental adalah spesies terancam punah yang "rewel" soal lingkungan habitat karena menuntut kualitas air, sumber makanan, dan lingkungan ekologis yang cukup baik, sehingga menjadi barometer untuk mengukur hasil perlindungan lingkungan alam. Kedatangan kawanan ini menjadi bukti keberhasilan pelestarian lingkungan setempat.
Menurut sejumlah staf, waktu kedatangan bangau oriental tahun ini sedikit lebih lambat dari rata-rata catatan historis, tetapi secara umum sama dengan tahun lalu. Mereka juga mengatakan sudah menemukan sejumlah sarang yang dibuat spesies langka tersebut, yang kemungkinan besar disiapkan untuk musim kawin.
Bangau itu termasuk di antara puluhan ribu ekor unggas yang sudah bermigrasi dan tiba di Danau Chagan tahun ini, selain burung kuntul putih, bebek liar, dan sebagainya.
Selain itu, berbagai cagar alam dan area perlindungan lain di provinsi Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning turut menyaksikan kedatangan burung migran, termasuk Cagar Alam Nasional Liaohekou di Liaoning, yang biasanya mencatat jutaan ekor burung migran yang singgah setiap tahunnya dan turut mencapai puncak kedatangan burung migran musim semi.
Berkat sejumlah kebijakan, upaya pelestarian lingkungan, dan pemantauan, lingkungan hidup di daerah-daerah tersebut semakin baik, dengan sejumlah spesies terancam punah sudah terlihat di cagar alam setempat selama beberapa tahun beruntun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Rusia temukan fosil mammoth berusia 1 juta tahun
Indonesia
•
20 Aug 2020

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

COVID-19 – Pfizer klaim kemanjuran pil lawan infeksi capai 89 persen
Indonesia
•
06 Nov 2021

COVID-19 – Ahli: Tidak lebih 1 persen genom bermutasi sejak awal pandemik
Indonesia
•
12 Nov 2020


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
