
Perusahaan di Bursa Efek Beijing galang dana 16 miliar yuan lebih pada 2022

Foto yang diabadikan pada 14 November 2021 ini menunjukkan tampilan eksterior Bursa Efek Beijing di Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Li Xin)
Bursa Efek Beijing bersifat lebih inklusif bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi pada inovasi dengan ambang batas pencatatan saham yang lebih rendah, standar evaluasi yang beragam, dan masa persetujuan yang lebih singkat.
Beijing, China (Xinhua) – Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Beijing berhasil menggalang dana senilai 16,38 miliar yuan melalui penawaran umum (public offering) pada 2022.Bursa efek itu diluncurkan pada 15 November 2021. Per akhir 2022, bursa efek itu memiliki 162 perusahaan yang terdaftar dan lebih dari 5,26 juta investor yang memenuhi syarat.Bursa efek tersebut bersifat lebih inklusif bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi pada inovasi dengan ambang batas pencatatan saham yang lebih rendah, standar evaluasi yang beragam, dan masa persetujuan yang lebih singkat.Bursa efek itu mengadopsi sistem penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) berbasis registrasi, selaras dengan papan inovasi IPTEK bergaya Nasdaq, yang juga dikenal sebagai pasar STAR di Bursa Efek Shanghai, dan pasar teknologi berat ChiNext di Bursa Efek Shenzhen. Pada 2022, diperlukan waktu rata-rata selama 145 hari bagi penawaran umum perdana sebuah proyek untuk diaudit dan disetujui melantai di bursa efek tersebut.Pada 2023, Bursa Efek Beijing menargetkan untuk memajukan efektivitas dan kualitas dengan menarik sekelompok UKM yang berorientasi pada inovasi berkualitas tinggi serta mendorong mayoritas UKM agar aktif memanfaatkan pasar modal untuk inovasi dan pertumbuhan.*1 yuan = 2.205 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China longgarkan pembatasan investasi asing lebih lanjut dan janji promosikan perdagangan jasa
Indonesia
•
20 Aug 2024

Sektor energi hidrogen China terus bergerak maju di tengah transformasi hijau
Indonesia
•
03 Nov 2022

ADB pangkas pertumbuhan negara berkembang Asia karena risiko Omicron
Indonesia
•
14 Dec 2021

Indonesia dorong pendapatan Ooredoo 86,13 triliun rupiah selama sembilan bulan pertama 2021
Indonesia
•
28 Oct 2021


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
