
Sampel Chang'e-6 buktikan adanya ‘lautan magma’ pada tahap awal pembentukan Bulan

Seorang peneliti dari Institut Geologi China, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Geologi China, menyiapkan sampel Bulan yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-6 di institut tersebut di Beijing, ibu kota China, pada 26 Februari 2025. (Xinhua/Yu Fei)
Bulan sepenuhnya tertutup oleh ‘lautan magma’ cair pada tahap awal setelah pembentukannya, memberikan bukti penting untuk memahami asal-usul dan evolusi Bulan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi baru tentang sampel Bulan yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-6 China memverifikasi hipotesis bahwa Bulan sepenuhnya tertutup oleh ‘lautan magma’ cair pada tahap awal setelah pembentukannya, memberikan bukti penting untuk memahami asal-usul dan evolusi Bulan.Studi ini dipimpin oleh sebuah tim peneliti gabungan yang dibentuk oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) dan telah dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Science.Misi Chang'e-6 pada 2024 melakukan pengambilan sampel, yang merupakan pengambilan sampel pertama oleh manusia dari sisi jauh Bulan. Misi ini berhasil mengambil 1.935,3 gram material Bulan dari Cekungan Apollo yang terletak di Cekungan Kutub Selatan-Aitken (South Pole-Aitken/SPA).Tim peneliti dari Institut Geologi China, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Geologi China, mendapatkan 2 gram sampel Chang'e-6 tersebut untuk diteliti.Studi tersebut mengungkap bahwa komposisi basal, sejenis batuan vulkanik, dari sisi jauh dan sisi dekat Bulan terbukti serupa. Basal yang ada di dalam sampel Chang'e-6 sebagian besar berusia 2,823 miliar tahun, dan karakteristiknya sesuai dengan model lautan magma Bulan. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa peristiwa tumbukan yang menciptakan Cekungan SPA mungkin telah mengubah mantel awal Bulan, ungkap Liu Dunyi, seorang peneliti senior di Institut Geologi China.Model lautan magma Bulan sebelumnya dibuat berdasarkan sampel-sampel dari sisi dekat Bulan. Model tersebut mengemukakan bahwa Bulan yang baru terbentuk mengalami fenomena pencairan global atau menyeluruh di permukaannya (global melting), yang menciptakan lautan magma yang luas. Saat lautan magma ini mendingin dan mengkristal, mineral-mineral dengan kepadatan lebih kecil mengapung ke permukaan dan membentuk kerak Bulan, sedangkan mineral-mineral yang lebih padat tenggelam dan membentuk mantel Bulan. Sisa lelehan, yang diperkaya dengan unsur-unsur yang tidak kompatibel, membentuk lapisan KREEP, nama yang tersusun dari gabungan inisial-inisial komponen utama, yaitu kalium (K), logam tanah jarang (rare earth elements/REE), dan fosfor (phosphorus/P), jelas Liu.Namun demikian, selama puluhan tahun, semua sampel Bulan berasal dari sisi dekat Bulan, sehingga modelnya tidak lengkap. "Tanpa sampel dari sisi jauh Bulan, itu seperti memecahkan teka-teki puzzle tetapi separuh bagiannya hilang," papar Liu, seraya menambahkan bahwa sampel sisi jauh Bulan yang dikumpulkan oleh Chang'e-6 telah mengubah skenario ini.
Foto yang diabadikan dan ditransmisikan kembali ke Bumi secara otonom oleh wahana penjelajah (rover) mini ini dirilis dari kombinasi wahana pendarat (lander) dan pendaki (ascender) pada wahana Chang'e-6. Foto ini menunjukkan pemandangan kombinasi wahana pendarat dan pendaki di permukaan Bulan pada 3 Juni 2024. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mendeteksi pencemaran air dengan teknologi sensor ‘solid-state’
Indonesia
•
10 Sep 2020

Model AI ASTERIS mampu buat citra dari eksplorasi ruang angkasa terdalam
Indonesia
•
24 Feb 2026

COVID-19 – Studi: Pandemik hasilkan delapan juta ton sampah plastik
Indonesia
•
10 Nov 2021

Sistem prakiraan badai debu terbaru mampu tingkatkan produksi energi surya
Indonesia
•
21 Apr 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
