
Bunga teratai dari biji berusia ribuan tahun mekar di China selatan

Foto yang diabadikan pada 1 Juni 2024 ini menunjukkan bunga teratai, yang berasal dari biji teratai berusia ribuan tahun, sedang mekar di kebun raya Nanning di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)
Biji teratai memiliki struktur berlapis-lapis yang menutup air dan udara. Hal ini membuat biji teratai dapat tetap dorman selama lebih dari satu milenium jika disimpan di lingkungan yang kering, sejuk, dan tertutup.
Nanning, China (Xinhua) – Setelah terkubur selama 1.200 tahun, sebutir biji teratai kini telah tumbuh dan bunganya sedang bermekaran di sebuah kota di China selatan, menyuguhkan wujud kuno dari bunga yang kerap muncul dalam puisi dan masakan China itu.Teratai tersebut, yang dipamerkan di kebun raya Nanning di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, tumbuh dari salah satu dari tiga biji yang ditemukan dalam penggalian di Provinsi Liaoning, China timur laut. Hasil pengujian karbon-14 menunjukkan bahwa usia dari ketiga biji teratai itu sekitar 1.200 tahun.Sejak Mei tahun lalu, para pakar botani dari lembaga penelitian tanaman subtropis Guangxi berupaya menghidupkan kembali biji-biji teratai tersebut. Mereka secara hati-hati membelah cangkang biji itu untuk memudahkan proses perkecambahan sebelum kemudian menempatkannya di lingkungan yang dipantau dengan cermat. Pada akhirnya, dua biji di antaranya bertunas, dan satu dari kedua biji itu mekar untuk pertama kalinya pada bulan lalu.
Teratai yang tumbuh dari biji kuno dipamerkan di kebun raya Nanning di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 18 Juni 2024. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi produksi 2,5 juta masker setiap hari
Indonesia
•
27 Jun 2020

Kedai kopi di Chongqing China padukan cita rasa kopi dengan budaya lokal
Indonesia
•
17 May 2023

Kisah – Dua saudara kembar di China ubah gunung tandus jadi hutan rimbun
Indonesia
•
14 Jun 2023

Konsumsi kopi dan teh kurangi risiko stroke dan demensia
Indonesia
•
17 Nov 2021


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
