
Feature – Pelukan dan kecemasan penuhi jalanan Seoul pascavoting dramatis pemakzulan Presiden Yoon

Orang-orang mengikuti aksi unjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korsel, pada 14 Desember 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Berdasarkan Konstitusi Korsel, perdana menteri mengambil peran sebagai pelaksana tugas presiden jika presiden dimakzulkan.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Pada sore hari yang dingin dan berangin di bulan Desember di Seoul, ibu kota Korea Selatan, kerumunan warga yang marah berkumpul di depan gedung parlemen negara itu untuk menyaksikan voting mosi pemakzulan kedua terhadap Presiden Yoon Suk-yeol.Saat jam menunjukkan pukul 12.00 tengah hari, lautan warga, yang tak gentar dengan angin dingin bulan Desember, berkumpul di depan gerbang utama parlemen, mengacungkan poster yang dengan berani menyatakan "Yoon Suk-yeol Keluar!" dan "Tangkap Dalang Kekacauan Yoon Suk-yeol!", menuntut agar dia segera mundur dari jabatannya.Seiring waktu, kerumunan massa yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat semakin membludak, mengubah jalanan di depan gedung parlemen menjadi kaleidoskop warna dan seruan. Sambil mengayunkan tongkat yang berpendar-pendar atau lightstick, kaum muda berusia 20-an atau 30-an tahun menyanyikan slogan-slogan pemakzulan dalam melodi lagu-lagu hit K-pop, sejenak mengubah arena unjuk rasa menjadi konser ruang terbuka yang semarak. Polisi memperkirakan lebih dari 200.000 orang berpartisipasi dalam aksi tersebut.Sekitar pukul 16.00 waktu setempat, voting untuk mosi pemakzulan kedua dimulai. Tidak seperti pemboikotan pada voting pertama, Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) yang berkuasa, yang memilih menolak pemakzulan, kali ini mengizinkan para anggota parlemennya untuk berpartisipasi dan memberikan suara secara bebas. Hasilnya, seluruh delegasi yang terdiri dari 300 anggota parlemen satu kamar (unikameral) Majelis Nasional yang menghadiri sidang paripurna bersejarah itu memberikan suara mereka.Proses voting dilakukan dengan menggunakan surat suara rahasia, dengan anggota parlemen menandai kertas suara putih secara bergantian dan memasukkannya ke dalam kotak suara.
Ketua Majelis Nasional Korea Selatan (Korsel) Woo Won-shik (ketiga dari kiri, atas) mengumumkan pengesahan mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk-yeol di Seoul, Korsel, pada 14 Desember 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bukti baru dari unit perang kuman Jepang yang bersejarah dipublikasikan
Indonesia
•
09 Jul 2024

Dubes Iran untuk Suriah janji balas serangan Israel pada kedubes negaranya di Damaskus
Indonesia
•
02 Apr 2024

PM Kamboja: Dengan stadion yang didanai China, Kamboja selenggarakan SEA Games dengan bangga
Indonesia
•
16 May 2023

PM Hongaria: Para pemimpin Barat dicengkeram oleh "demam perang"
Indonesia
•
12 Mar 2023


Berita Terbaru

Pesta pernikahan di Iran diserang, 4 tewas dan 68 luka; AS buka penyelidikan
Indonesia
•
04 Sep 2026

Xi Jinping tawarkan 4 solusi untuk Timur Tengah, China dorong arsitektur keamanan baru
Indonesia
•
04 Sep 2026

3 anak tewas dalam 24 jam, krisis air kembali ancam 1 juta warga Gaza
Indonesia
•
03 Sep 2026

Trump ancam serang Iran lagi, laporan korban pesta pernikahan jadi sorotan
Indonesia
•
03 Sep 2026
