
China rilis basis data keanekaragaman hayati terbaru, cakup 155.364 spesies dan subspesies

Dua ekor burung kirik-kirik laut (blue-tailed bee eater) mencari makan di cagar alam burung kirik-kirik laut Wuyuanwan di Xiamen, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 10 Mei 2024. (Xinhua/Wei Peiquan)
Basis data spesies nasional China, yang dikenal sebagai Daftar Periksa Tahunan Katalog Kehidupan China 2024 (Catalogue of Life China 2024 Annual Checklist), mencatat total 155.364 spesies dan subspesies, naik 6.690 dari angka pada 2023.
Beijing, China (Xinhua) – China baru-baru ini merilis versi yang diperbarui dari basis data spesies nasional, yang dikenal sebagai Daftar Periksa Tahunan Katalog Kehidupan China 2024 (Catalogue of Life China 2024 Annual Checklist), demikian disampaikan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) pada Kamis (23/5).Daftar tersebut mencatat total 155.364 spesies dan subspesies, naik 6.690 dari angka pada 2023.Pengerjaan basis data yang diperbarui ini dimulai pada 2008 dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi keanekaragaman hayati tahunan di negara tersebut serta mendorong penelitian keanekaragaman hayati dan upaya konservasi, kata Ji Liqiang, seorang pejabat di Komite Keanekaragaman Hayati CAS.Daftar itu disusun bersama oleh para peneliti dari Institut Zoologi, Institut Botani, Institut Mikrobiologi, Institut Oseanologi, dan Institut Biologi Chengdu yang berada di bawah naungan CAS serta institusi-institusi lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Stasiun darat satelit beroperasi dalam segala cuaca dan sepanjang waktu di China barat laut
Indonesia
•
15 Aug 2023

UAV Wing Loong China dikerahkan dalam penyelamatan darurat gempa Gansu
Indonesia
•
20 Dec 2023

Apple akan gelar Worldwide Developers Conference pada Juni 2023
Indonesia
•
31 Mar 2023

Australia mulai bangun teleskop radio paling kuat
Indonesia
•
05 Dec 2022


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
