
Bank Dunia setujui 300 juta dolar AS untuk sistem distribusi gas Bangladesh

Seorang operator mengisikan bahan bakar ke sebuah kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar di Dhaka, Bangladesh, pada 15 Mei 2011. (Xinhua/Shariful Islam)
Bank Dunia telah menyetujui dana 300 juta dolar AS untuk membantu Bangladesh meningkatkan efisiensi distribusi dan penggunaan akhir gas melalui sistem pengukuran prabayar bagi konsumen perumahan dan industri serta memangkas emisi metana di sepanjang rantai nilai gas alam.
Dhaka, Bangladesh (Xinhua) – Bank Dunia telah menyetujui dana 300 juta dolar AS untuk membantu Bangladesh meningkatkan efisiensi distribusi dan penggunaan akhir gas melalui sistem pengukuran prabayar bagi konsumen perumahan dan industri serta memangkas emisi metana di sepanjang rantai nilai gas alam.Proyek Peningkatan Efisiensi Sektor Gas dan Pengurangan Karbon akan mengatasi kebocoran dan kerugian gas alam di sepanjang jaringan transmisi dan distribusi gas, mengurangi pemborosan penggunaan oleh pengguna perumahan dan industri, serta memperkuat kemampuan pemantauan jaringan, demikian menurut badan pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu dalam sebuah pernyataan yang diterima di Dhaka pada Jumat (28/7).Proyek tersebut akan memasang lebih dari 1,2 juta meteran gas prabayar di Divisi Dhaka dan Rajshahi.Dari seluruh meteran prabayar itu, sebanyak 1,1 juta di antaranya akan dipasang di wilayah Dhaka Raya (Greater Dhaka) yang mencakup 54 persen pelanggan perumahan dari Titas Gas Transmission and Distribution Company Limited, sedangkan 128.000 lainnya di Divisi Rajshahi, yang mencakup seluruh basis pelanggan perumahan dari Pashchimanchal Gas Company Limited (PGCL).Proyek tersebut juga akan meluncurkan sekitar 50 meteran pintar kepada pengguna industri yang lebih besar untuk menunjukkan kelayakan meteran pintar tersebut agar dapat memantau dan mengelola penggunaan gas di sektor industri dengan lebih baik.Proyek itu akan memasang sebuah Sistem Pengendalian Pengawasan dan Pengambilan Data serta Informasi Geografis (Supervisory Control and Data Acquisition and Geographic Information System) di jaringan PGCL untuk meningkatkan pemantauan aliran gas dan membantu mengurangi kebocoran metana. Sistem tersebut akan berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pemantauan jaringan gas yang lebih baik guna mengidentifikasi dan memperbaiki kebocoran metana."Meningkatkan efisiensi energi akan menjadi penting bagi Bangladesh untuk memenuhi komitmen Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) 2021 guna memangkas emisi gas rumah kaca pada 2030," kata Direktur Negara Bank Dunia untuk Bangladesh dan Bhutan Abdoulaye Seck."Proyek ini akan membantu mengurangi pemborosan gas alam di rumah tangga dan industri serta memangkas emisi metana yang lenyap dalam pipa gas, yang sering disebabkan oleh kebocoran dari produksi, pemrosesan, transmisi, dan distribusi gas," kata Abdoulaye Seck.*1 dolar AS = 15.003 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemendag lepas ekspor perdana kemasan plastik premium ke Filipina
Indonesia
•
26 Aug 2022

Pemkab akui terbantu dengan kegiatan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Korwil Bogor
Indonesia
•
25 Jul 2025

Pendapatan kuartalan Apple turun 1 persen pada Q3 2023
Indonesia
•
07 Aug 2023

IMF: China tetap jadi pendorong pertumbuhan utama kawasan Asia-Pasifik
Indonesia
•
14 May 2023


Berita Terbaru

Wuling perkenalkan Aira EV, mobil listrik perkotaan baru dengan jarak tempuh 300 km
Indonesia
•
14 Jul 2026

600 gigawatt energi terbarukan di Eropa masih mengantre masuk jaringan listrik
Indonesia
•
13 Jul 2026

IBOS Expo 2026 hadir lebih besar, perkuat ekosistem waralaba, kemitraan, distributor, hingga ‘affiliate marketing’
Indonesia
•
12 Jul 2026

Penjualan BAIC melonjak 91 persen, siap perluas pasar mobil listrik di Indonesia dengan 22 diler
Indonesia
•
11 Jul 2026
