
Feature – China promosikan bambu sebagai pengganti plastik yang ramah lingkungan

Foto yang diabadikan pada 16 Agustus 2023 ini menunjukkan peralatan makan yang terbuat dari bambu di sebuah homestay di wilayah Anji, Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Zhu Han)
Bambu sebagai pengganti plastik dicanangkan di China, dengan tujuan yang ambisius, yaitu membangun sebuah sistem industri dan membuat pengaturan yang lebih terperinci untuk meningkatkan kualitas, variasi, skala, dan manfaat keseluruhan produk bambu pada 2025.
Hangzhou, China (Xinhua) – Peralatan makan dari bambu, sikat gigi dari bambu, handuk dari serat bambu ... Seorang warga bermarga Wang dari Hangzhou, yang menginap di sebuah homestay di Baofu, wilayah Anji, Provinsi Zhejiang, China timur, merasa senang saat mengetahui bahwa produk dan peralatan mandi yang digunakan setiap hari terbuat dari bambu."Anji, yang terkenal sebagai 'wilayah bambu' di China, menawarkan produk-produk yang bukan hanya buatan lokal, tetapi juga ramah lingkungan ini," kata Wang.Wilayah Anji, dengan cakupan hutan bambu yang luasnya mencapai lebih dari 1 juta mu (sekitar 66.667 hektare), telah menjadi pelopor dalam mengintegrasikan bambu ke dalam berbagai sektor seperti konstruksi, dekorasi, mebel, pengemasan, tekstil, dan produk sekali pakai di seluruh China. Wilayah itu menjadi yang terdepan dalam mempromosikan bambu sebagai alternatif pengganti plastik dalam beberapa tahun terakhir."Bambu, sebagai salah satu tanaman yang tumbuh paling cepat dengan kemampuan penyerapan karbon yang luar biasa, merupakan bahan ideal untuk praktik-praktik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diperkirakan bahwa penggunaan 100 juta ton bambu untuk menggantikan produk PVC berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 600 juta ton," jelas Chen Jie, Direktur Pusat Pengembangan Industri Bambu di bawah biro kehutanan wilayah tersebut, seraya menyoroti pentingnya inisiatif "bambu sebagai pengganti plastik".Sebuah laporan dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) pada 2022 memproyeksikan bahwa per 2060 nanti, produksi global tahunan produk plastik berpotensi meningkat menjadi sekitar 1,2 miliar ton, hampir tiga kali lipat dari level saat ini. Studi itu memperingatkan bahwa jika tingkat daur ulang tidak membaik, volume sampah plastik juga dapat meningkat hampir tiga kali lipat pada saat itu.Para pakar menganjurkan "bambu sebagai pengganti plastik" sebagai strategi yang efektif untuk mengurangi penggunaan plastik dan polusi di sumbernya. Data menunjukkan bahwa pada 2021, luas hutan bambu di China mencapai sekitar 7,56 juta hektare, mencakup 3,31 persen dari total luas hutannya. Dengan lebih dari 10.000 perusahaan pengolahan bambu, nilai output industri bambu di China mengalami peningkatan yang luar biasa dari 82 miliar yuan pada 2010 menjadi 415,3 miliar yuan pada 2022, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 30 persen.
Foto yang diabadikan pada 16 Agustus 2023 ini menunjukkan perabotan dan perlengkapan kantor yang terbuat dari bambu di sebuah homestay di wilayah Anji, Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Zhu Han)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bumi catat rekor suhu terpanas pada Juni, rekor suhu global tertinggi selama 13 bulan beruntun
Indonesia
•
13 Jul 2024

Iran pamerkan manuver sistem pertahanan udara buatan dalam negeri
Indonesia
•
01 Mar 2023

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

90.000 lebih artefak batu dari Zaman Neolitikum ditemukan di China timur laut
Indonesia
•
15 Nov 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
