
Australia berikan pinjaman tanpa bunga bagi bisnis yang terdampak kenaikan harga bahan bakar

Orang-orang mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka di Melbourne, Australia, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Jin Cheng)
Pemerintah Australia menyediakan pinjaman tanpa bunga bagi kalangan bisnis di sektor bahan bakar dan rantai pasokan.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese pada Kamis (2/4) mengumumkan bahwa pemerintah akan menyediakan pinjaman tanpa bunga bagi kalangan bisnis di sektor bahan bakar dan rantai pasokan, seiring negara bagian dan teritori di Australia sepakat untuk memangkas lebih lanjut pajak penjualan bahan bakar.
Dalam pidatonya di National Press Club di Canberra, Albanese mengatakan pemerintah federal akan menyediakan pinjaman tanpa bunga senilai 1 miliar dolar Australia atau sekitar 688,3 juta dolar AS bagi produsen bahan bakar dan pupuk serta perusahaan rantai pasokan esensial yang terkena dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.
*1 dolar Australia = 11.779 rupiah
**1 dolar AS = 17.002 rupiah
"Perusahaan-perusahaan itu tidak hanya terdampak oleh krisis global ini, tetapi juga sangat penting bagi Australia dalam melewati krisis ini," ujarnya.
Albanese juga menyatakan bahwa Australia harus merespons krisis pasokan minyak dengan segera bertindak untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, keamanan energi, dan ketahanan nasional dengan memaksimalkan sumber daya domestik serta meningkatkan manufaktur dalam negeri.
"Kita bisa memilih apa yang kita bangun bersama, sehingga kita keluar dari situasi ini dengan lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih tangguh," kata sang PM.
Sebelumnya pada Kamis, para pemimpin dari delapan negara bagian dan teritori di Australia bertemu dan sepakat menggunakan bagian mereka dari peningkatan penerimaan pajak akibat harga bahan bakar yang lebih tinggi untuk memberikan pemotongan tambahan pada cukai bahan bakar.
Albanese pada Senin (30/3) mengumumkan bahwa pajak penjualan bahan bakar akan dipotong separuhnya dari 52,6 sen per liter bensin dan solar selama tiga bulan, dan para pemimpin negara bagian dan teritori pada Kamis mengatakan mereka akan mendanai pemotongan lebih lanjut sebesar 5,7 sen per liter, sehingga total pemotongan menjadi 32 sen.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan layangkan gugatan ke WTO terkait tarif baru UE untuk EV China jika perlu
Indonesia
•
15 Jun 2024

China yakin pertahankan perdagangan luar negeri dan pangsa pasar global yang stabil pada 2023
Indonesia
•
29 Dec 2023

Arus masuk investasi asing langsung China naik 9,9 persen selama 2022
Indonesia
•
24 Dec 2022

Serapan biodiesel nasional 4,36 juta kiloliter pada semester I
Indonesia
•
04 Sep 2020


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
