
Australia akan masukkan YouTube ke dalam larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun

Anak-anak menghadiri upacara peluncuran aplikasi Youtube Kids di Buenos Aires, Argentina, pada 30 Maret 2016. (Xinhua/TELAM/Osvaldo Fanton)
Australia akan memasukkan YouTube ke dalam larangan media sosial pertama di dunia untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun, setelah awalnya memberikan pengecualian bagi platform tersebut.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Australia akan memasukkan YouTube ke dalam larangan media sosial pertama di dunia untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun, setelah awalnya memberikan pengecualian bagi platform tersebut, demikian diumumkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.Albanese dan Menteri Komunikasi Australia Anika Wells mengatakan dalam konferensi pers di Canberra pada Rabu (30/7) bahwa pemerintah federal telah menerima rekomendasi dari regulator keamanan daringnya, eSafety Commissioner, untuk memasukkan YouTube ke dalam larangan media sosial.YouTube pada awalnya mendapat pengecualian dari larangan tersebut, yang akan berlaku mulai 10 Desember, karena konten pendidikan dan kesehatannya. Namun, Komisaris eSafety Julie Inman Grant dalam saran resmi kepada pemerintah pada Juni menyatakan platform itu membuat anak-anak terekspos pada konten berbahaya.Albanese pada Rabu mengatakan pemerintah siap untuk "mengambil tindakan" terkait platform media sosial yang menyebabkan kerugian sosial."Kami tahu ini bukan satu-satunya solusi dan masih banyak yang harus dilakukan. Akan tetapi, ini akan membuat perbedaan," ujarnya.Dikatakan Wells, keputusan untuk memasukkan YouTube ke dalam larangan tersebut berkaitan dengan "mengutamakan kepentingan orangtua dibandingkan platform."Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah YouTube dan perusahaan induknya, Google, pada awal Juli mengancam akan mengambil tindakan hukum atas dasar konstitusional terhadap langkah pemerintah untuk mencabut pengecualian bagi platform tersebut.Wells pada Rabu mengatakan pemerintah tidak akan terintimidasi oleh perusahaan teknologi."Kita tidak dapat mengendalikan lautan, tetapi kita dapat mengawasi hiu, dan itulah mengapa kami tidak akan terintimidasi oleh ancaman hukum ketika ini adalah perjuangan tulus untuk kesejahteraan anak-anak Australia," katanya.Dalam pernyataan yang dirilis melalui Google, juru bicara YouTube mengatakan keputusan tersebut membatalkan komitmen yang jelas dan terbuka untuk mengecualikan platform tersebut dari larangan media sosial Australia, dan bahwa pihak perusahaan akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.Wells pada Rabu juga mengatakan pemerintah sedang menunggu rekomendasi akhir dari uji coba teknologi verifikasi usia sebelum memberikan penjelasan mengenai bagaimana penerapan larangan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Serangan Israel di Lebanon hambat respons darurat dan penyaluran bantuan
Indonesia
•
30 May 2026

Opini – Perpaduan nilai tradisional dan modern, penekanan pendidikan bentuk keuletan siswa China
Indonesia
•
29 May 2025

Mungkinkah Rohingya kembali ke kampung halaman mereka?
Indonesia
•
10 Sep 2019

Thailand janjikan perlakuan sama bagi pelancong asing
Indonesia
•
05 Jan 2023


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
