
AS terapkan tarif ‘drone’ hingga 100 persen, keamanan nasional jadi alasan

Foto yang diabadikan pada 13 November 2024 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Hu Yousong)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (13/8) menandatangani sebuah dokumen untuk pemberlakuan tarif berkisar antara 10 hingga 100 persen terhadap drone impor beserta komponennya, dengan alasan kekhawatiran terkait keamanan nasional.
AS akan memberlakukan tarif ad valorem sebesar 100 persen terhadap drone dengan berat lepas landas maksimum melebihi 25 kg, yang memiliki kemampuan pencitraan termal atau karakteristik tertentu lainnya.
Stasiun penambatan (docking station) dan komponen-komponen penting tertentu dari drone tersebut juga dikenakan tarif 100 persen, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Tarif sebesar 25 persen akan diberlakukan terhadap drone berukuran lebih kecil dan "tidak memiliki kemampuan tertentu yang secara khusus berimplikasi pada keamanan nasional", sementara tarif sebesar 15 persen atau 10 persen akan berlaku untuk drone beserta komponennya yang berasal dari negara dan wilayah tertentu, tuturnya.
Tarif tersebut akan mulai berlaku 21 hari setelah dokumen tersebut ditandatangani, sedangkan tarif untuk komponen drone yang kurang sensitif akan berlaku dalam 180 hari.
Untuk produk-produk yang telah disetujui Pentagon guna mendapat pengecualian dari ‘Covered List’ (Daftar Terlarang) Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) AS dalam waktu 20 hari sejak penandatanganan, tarif tersebut akan mulai berlaku 180 hari setelah penandatanganan, sebut Gedung Putih.
Dokumen tersebut juga memberikan wewenang kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick untuk membentuk sebuah program onshoring bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi baru di bidang manufaktur drone dan komponennya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Meta laporkan hasil Q3 2024 dengan peningkatan laba bersih dan pendapatan
Indonesia
•
03 Nov 2024

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 139,1 miliar dolar pada Maret
Indonesia
•
07 Apr 2022

Fokus Berita – Pasar tenaga kerja Inggris melemah akibat kenaikan biaya buruh dan ancaman tarif AS
Indonesia
•
22 Jul 2025

Harga minyak melonjak karena persediaan AS menurun
Indonesia
•
31 Mar 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
