
AS dapat konsesi minyak Venezuela selama 100 tahun, 17 ladang dengan cadangan 65 miliar barel

Pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro berunjuk rasa di luar gedung pengadilan di New York, Amerika Serikat, pada 26 Maret 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (31/8) merilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela melalui sebuah lembar fakta yang dimuat di situs jejaring Gedung Putih, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan itu, otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP), sebuah perusahaan swasta yang juga produsen minyak swasta terbesar kedua di Venezuela, untuk mengelola 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti (proven reserves) mencapai sekitar 65 miliar barel.
Sebagai imbalannya, NABEP memberikan kepemilikan saham sebesar 35 persen kepada Office of Strategic Capital (OSC) yang berada di bawah Departemen Perang AS di perusahaan induknya.
NABEP juga memberikan hak untuk membeli dengan harga setara biaya produksi kepada Departemen Luar Negeri AS sebanyak 20 persen output seluruh ladang yang ada saat ini maupun di masa mendatang yang dioperasikannya, serta hak untuk mendapatkan penawaran lebih dulu (right of first refusal) terhadap 80 persen sisanya.
Menurut lembar fakta tersebut, pemerintah AS memiliki hak veto atas penunjukan anggota mana pun di dalam jajaran direksi NABEP, sementara mayoritas anggota dewan direksi harus merupakan warga negara AS.
Kesepakatan antara pemerintah AS dan NABEP tunduk pada hukum AS dan berada di bawah yurisdiksi pengadilan AS.
Lembar fakta itu menyebutkan jutaan barel output minyak baru Venezuela akan diproses melalui kilang-kilang minyak AS dan dialirkan menggunakan rig pengeboran serta infrastruktur milik AS.
Pemerintah AS menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan membebani pembayar pajak di Amerika sama sekali.
Trump dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi kilang minyak besar maupun kecil pada Selasa (1/9), ungkap sejumlah laporan pada Senin.
Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 28 persen di tengah operasi militer AS terhadap Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak melonjak jelang perundingan keputusan embargo UE
Indonesia
•
28 May 2022

Intel raup pendapatan 288 triliun rupiah dalam tiga bulan, permintaan AI terus melonjak
Indonesia
•
24 Jul 2026

Pemerintah kembangkan “green fuel” di sentra kelapa sawit
Indonesia
•
20 Jul 2020

Perusahaan asing optimistis dengan pasar China pada 2024
Indonesia
•
28 Feb 2024


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
