
China desak AS-Jepang tidak jadi pengganggu kestabilan Asia-Pasifik

Foto yang diabadikan pada 29 September 2022 ini memperlihatkan Duta Besar China Kong Xuanyou menyampaikan pidato pada acara peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik China-Jepang di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
AS dan Jepang menyebut China sebagai "tantangan strategis terbesar di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya" serta mengkritik China terkait isu Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan maritim.
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis, berhenti menciptakan musuh imajiner, dan berhenti berupaya menabur benih Perang Dingin baru di Asia-Pasifik, serta tidak menjadi pengganggu stabilitas Asia-Pasifik, demikian disampaikan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Jumat (13/1).Juru Bicara Kemenlu China Wang Wenbin melontarkan pernyataan itu ketika dimintai komentar mengenai Pernyataan Bersama yang dirilis oleh AS dan Jepang. Menurut sejumlah laporan, dalam Pernyataan Bersama tersebut, AS dan Jepang menyebut China sebagai "tantangan strategis terbesar di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya" serta mengkritik China terkait isu Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, dan maritim.Wang mengatakan kata-kata tentang China dalam pernyataan bersama ini sangat bernada mentalitas menang-kalah (zero sum) ala Perang Dingin serta mengandung fitnah dan serangan yang tidak berdasar terhadap China. "Kami dengan tegas menentangnya."Dia mengungkapkan bahwa AS dan Jepang mengeklaim ingin memajukan perdamaian dan keamanan regional, namun yang mereka lakukan adalah mencari dalih untuk pembangunan militer dan penggunaan kekuatan yang disengaja. Mereka mengeklaim memperjuangkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, tetapi yang mereka lakukan adalah membentuk berbagai blok eksklusif untuk menciptakan perpecahan dan konfrontasi.Wang menuturkan AS dan Jepang mengeklaim ingin menjunjung tatanan internasional berbasis aturan, tetapi yang mereka lakukan adalah menginjak-injak hukum internasional dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional dan terlalu mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain.Apa yang telah mereka lakukan menimbulkan sebuah tantangan nyata bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan, tambahnya.Wang mengatakan Asia-Pasifik merupakan jangkar bagi perdamaian dan pembangunan, bukan arena gulat untuk kompetisi geopolitik.Dia menyebutkan bahwa negara-negara regional berupaya mewujudkan keadilan dan melawan hegemonisme. Mereka berharap dapat terlibat dalam kerja sama, bukan konfrontasi. Mereka menginginkan multilateralisme sejati dan menolak lingkaran-lingkaran kecil yang memicu konfrontasi blok.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS berharap konflik Israel-Hamas akan beralih ke "fase dengan intensitas yang lebih rendah"
Indonesia
•
22 Dec 2023

Pentagon mulai kosongkan pangkalan di Suriah, 1.000 tentara AS segera dipulangkan
Indonesia
•
19 Feb 2026

Arab Saudi larang pekerja rumah tangga terlibat dalam kegiatan komersial
Indonesia
•
13 Jun 2022

Israel sebut waktu untuk solusi diplomatik dengan Hizbullah "singkat"
Indonesia
•
07 Jan 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
