
AS berencana bangun pusat pengujian militer di Arab Saudi

Pesawat tempur F-16CJ Fighting Falcon milik Angkatan Udara AS, ditugaskan ke Skuadron Tempur Ekspedisi ke-79, lepas landas dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Kerajaan Arab Saudi pada 24 Agustus 2022.(U.S. Air Force/Staff Sgt. Noah J Tancer)
Pusat pengujian militer itu dibahas selama kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi pada musim panas lalu.
Jakarta (Indonesia Window) – Pusat pengujian militer di Arab Saudi tengah dipelajari oleh Amerika Serikat, menurut Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM).“Gagasan ‘Pusat Eksperimen Pasir Merah’ adalah pendekatan inovatif untuk pelatihan dan kesiapan antara mitra Timur Tengah kami dan Amerika Serikat,” kata juru bicara CENTCOM Letnan Kolonel Dave Eastburn dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya English baru-baru ini.Sementara rencana tersebut masih dalam fase konseptual, langkah yang pertama kali dilaporkan oleh NBC News tersebut akan memungkinkan AS dan pasukan koalisi untuk meningkatkan interoperabilitas mereka dan “melawan berbagai sistem dan ancaman udara tak berawak.”Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada NBC News bahwa “dengan Kerajaan Arab Saudi sebagai pusat gravitasi untuk banyak upaya keamanan regional di masa depan, ini adalah peluang.”Eastburn mengatakan, konsep pusat pengujian militer tersebut sedang dikembangkan saat CENTCOM mencari cara inovatif untuk meningkatkan kemitraan strategis Washington di kawasan dan "untuk membangun upaya yang berhasil dari mitra kami untuk menumbuhkan perdamaian dan stabilitas di kawasan."Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, pusat pengujian militer itu dibahas selama kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi pada musim panas lalu.Hubungan antara Washington dan Riyadh telah memburuk sejak Biden terpilih sebagai presiden AS dan membuat beberapa keputusan kebijakan luar negeri, yang dianggap menargetkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.Tetapi perjalanannya ke Arab Saudi waktu lalu, meskipun mendapat penolakan dan kritik yang signifikan dari kelompok Demokrat progresif, adalah tanda bahwa presiden AS ingin mempertahankan hubungan bilateral yang kuat.Bulan lalu, pemerintahan Biden menyetujui penjualan 300 rudal Patriot ke Arab Saudi dalam kesepakatan senilai 3,05 miliar dolar AS dan kontrak lain senilai 2,25 miliar dolar AS ke UEA untuk 96 putaran rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).“(Pusat baru) tersebut adalah bagian dari proses mengembalikan hubungan pertahanan ke jalurnya,” kata Bilal Saab, Direktur Program Pertahanan dan Keamanan di Middle East Institute (MEI) yang berbasis di Washington.Eastburn, juru bicara CENTCOM, mengatakan fasilitas pengujian baru itu akan menjadi “contoh cemerlang bahwa kerja sama dan inovasi sangat penting bagi mitra kami dan Komando Pusat AS, untuk mendukung visi bersama kami demi Timur Tengah yang damai dan sejahtera.”*1 dolar AS = 14.850 rupiahSumber: Al ArabiyaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tolak tegas draf terkait Xizang diloloskan jadi UU oleh AS
Indonesia
•
15 Jul 2024

Presiden Xi Jinping gelar pertemuan dengan delegasi Kongres AS
Indonesia
•
11 Oct 2023

Menlu China gelar pembicaraan via telepon dengan menlu Belanda, Saudi, dan Argentina terpisah
Indonesia
•
31 Jan 2023

Presiden Afrika Selatan kerahkan 880 tentara untuk jaga pembangkit listrik
Indonesia
•
08 May 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
