
Peneliti China buat kemajuan lebih lanjut dalam pelajari artefak kuno Salawusu

Foto tak bertanggal ini menunjukkan pecahan tembikar yang digali dari sebuah situs hominid kuno di Desa Zhaojiaxuyao, Kota Zibo, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Institut Penelitian Relik Budaya dan Arkeologi Provinsi Shandong)
Artefak kuno Salawusu menunjukkan bahwa hominini Salawusu telah menguasai teknik luar biasa dalam pembuatan perkakas batu, dan telah dimanfaatkan dan digunakan secara sepenuhnya.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China baru-baru ini membuat kemajuan lebih lanjut dalam studi mereka terhadap artefak kuno Salawusu dari Lokalitas Fanjiagouwan di Salawusu, yang terletak di tepi selatan Dataran Tinggi Ordos.Salawusu merupakan salah satu situs Paleolitik paling awal yang ditemukan di China. Sejak ditemukan pada 1920-an, artefak Salawusu telah menjadi salah satu temuan Paleolitik (kira-kira 2,5 juta tahun yang lalu hingga 10.000 SM) paling penting di Asia Timur.Karena ukuran artefak Salawusu yang sangat kecil, yang biasanya dianggap terlalu kecil untuk dipelajari, pengetahuan tentang teknologi pembuatan alat dari batu (lithic technology) dan keterampilan pembuatan perkakas oleh hominini ini sangat minim.Para peneliti dari Institut Paleontologi dan Paleoantropologi Vertebrata yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Universitas Minzu China, Universitas Tohoku Jepang, dan Universitas Hawaii Amerika Serikat mencoba meneliti kembali artefak-artefak batu yang telah digali pada 1980-an di situs Salawusu.Mereka menganalisis artefak-artefak tersebut pada pembesaran yang lebih tinggi dan menggunakan pemindaian 3D untuk mengatasi kesulitan ‘membaca’ jejak reduksi yang tertinggal pada batu-batu bersejarah yang sangat kecil tersebut. Mereka juga melakukan analisis keausan mikro serta studi teknotipologis standar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak-artefak ini memang berukuran sangat kecil (kebanyakan berukuran kurang dari 2 cm), proporsi alat dalam kumpulan batu-batu bersejarah tersebut tinggi, dan perkakas-perkakas itu sangat indah.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hominini Salawusu telah menguasai teknik luar biasa dalam pembuatan perkakas batu. Batu-batu pada zaman itu dimanfaatkan dan digunakan secara sepenuhnya.Temuan ini diperkirakan akan diterbitkan dalam Journal of Archaeological Science: Reports edisi April.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tambah 2 ‘geopark’ global UNESCO baru
Indonesia
•
16 Apr 2026

Bukti baru aktivitas manusia prasejarah ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
16 Jan 2023

Teknologi ‘arteri pada cip’ buka harapan baru untuk mendeteksi risiko stroke
Indonesia
•
24 Jul 2026

Reruntuhan makam dan sumur berusia lebih dari 4.500 tahun ditemukan di China timur
Indonesia
•
30 Nov 2023


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
