Arab tolak laporan AS tentang pembunuhan wartawan Saudi, Khashoggi

Arab tolak laporan AS tentang pembunuhan Khashoggi
Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammad bin Salman. (Kantor Berita Arab Saudi-SPA)

Jakarta (Indonesia Window) – Dunia Arab pada Sabtu (27/2) menyatakan dukungan mereka atas penolakan Arab Saudi terhadap laporan Kongres Amerika Serikat tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018.

Dewan Syura (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Bahrain menegaskan “peran penting yang dimainkan oleh Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putera Mahkota Mohammad bin Salman, untuk meletakkan dasar-dasar keamanan dan perdamaian regional dan global.”

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengatakan pihaknya menolak apa pun yang melanggar kedaulatan Arab Saudi. Dewan tersebut juga memuji upaya diplomatik yang dilakukan oleh Arab Saudi melalui diplomasi luar negerinya di kawasan dan dunia, menurut Kantor Berita Bahrain (BNA).

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan keyakinan dan dukungannya untuk peradilan Arab Saudi, dan komitmen Pemeritah Kerajaan untuk menegakkan hukum dengan transparansi dan integritas, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Hal itu menegaskan solidaritas UEA dengan Arab Saudi dalam upayanya untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan, serta peran utamanya dalam menjaga moderasi di dunia Arab.

UEA menolak segala upaya untuk mengeksploitasi kasus Khashoggi atau mencampuri urusan dalam negeri Saudi, kata Pemerintah UEA.

Kementerian Luar Negeri Kuwait juga menekankan peran penting yang dimainkan oleh kerajaan dalam mendukung moderasi dan mengecam ekstremisme, serta menegaskan penolakan terhadap setiap upaya yang melanggar kedaulatan Saudi.

Kementerian Luar Negeri Oman juga menyatakan solidaritasnya dengan kerajaan, dan mengatakan pihaknya menghargai upaya dan tindakan otoritas peradilan yang kompeten di Arab Saudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menolak “kesimpulan yang salah” dalam laporan AS, yang “tidak memiliki bukti konklusif”. OKI juga menolak upaya untuk melanggar kedaulatan kerajaan, menghina kepemimpinannya dan membahayakan independensi peradilannya.

Organisasi Islam lainnya, Liga Dunia Muslim (MWL), juga menegaskan dukungan penuhnya atas pernyataan Arab Saudi.

Sekretaris Jenderal MWL, Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa, mengatakan liga menolak kesimpulan dari laporan tersebut dan menegaskan kepercayaan dunia Muslim, yang dipimpin oleh Arab Saudi, untuk semua tindakan yang diambil oleh kerajaan.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Nayef Falah Mubarak Al-Hajjraf, menegaskan penghargaannya atas peran penting Arab Saudi dalam meningkatkan keamanan dan perdamaian regional dan internasional, serta peran besarnya dalam memerangi terorisme dan mendukung upaya komunitas internasional dalam hal ini.

Al-Hajraf mengatakan laporan itu tidak lebih dari sebuah opini yang tidak memiliki bukti konklusif. Dia menyatakan dukungannya atas tindakan apa pun yang diambil oleh Arab Saudi untuk mempertahankan hak-haknya dan mendukung perannya dalam mempromosikan budaya moderasi.

Yaman juga menolak segala sesuatu yang mungkin mempengaruhi kedaulatan Arab Saudi dan kemerdekaan peradilannya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa pemerintah Saudi menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai “kejahatan yang menjijikkan” dan “pelanggaran mencolok terhadap hukum dan nilai-nilai Kerajaan.”

“Pemerintah Saudi lebih jauh menggarisbawahi bahwa mereka mengambil semua tindakan yang mungkin dalam sistem hukumnya untuk memastikan bahwa individu yang bertanggung jawab diselidiki, dihukum dan dijatuhi hukuman dan keadilan ditegakkan. Pakistan mengakui upaya Saudi dalam hal ini dan mengungkapkan solidaritas dengan Kerajaan Arab Saudi,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here