
Feature – Kreator konten TikTok di AS banjiri ucapan perpisahan emosional jelang penutupan

Logo TikTok terlihat di layar sebuah smartphone di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 30 Agustus 2020. (Xinhua/Liu Jie)
Aplikasi TikTok telah dihapus dari toko-toko aplikasi (app store) terkemuka di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (18/1) malam waktu setempat.
Sacramento, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Aplikasi TikTok telah dihapus dari toko-toko aplikasi (app store) terkemuka di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (18/1) malam waktu setempat.Untuk mengantisipasi larangan TikTok di AS, para kreator konten telah membanjiri platform tersebut dengan berbagai ucapan selamat tinggal yang sangat emosional, penghormatan yang sarat nostalgia, dan ungkapan-ungkapan kekhawatiran atas hilangnya sebuah ruang yang telah membentuk budaya daring dan awal perjalanan karier mereka.Unggahan emosional seperti yang dibagikan oleh Emily Senn, seorang penyanyi yang memiliki 347.600 pengikut, menyuarakan ketidakpastian yang dihadapi para kreator konten. "Saya tidak akan pernah memercayai kalian (pemerintah AS) lagi karena kalian begitu saja mengambil pendapatan dan mata pencaharian jutaan orang, dan siapa yang melakukan hal seperti itu?" keluhnya dalam sebuah unggahan di TikTok yang menjadi viral.Respons emosionalnya mencerminkan kegelisahan di antara para kreator konten yang membangun karier dan komunitas mereka di platform tersebut.Bagi sebagian orang, TikTok lebih dari sekadar hiburan.Penyanyi Charlie Puth menciptakan suasana melankolis dengan membawakan lagu populernya ‘See You Again’, yang identik dengan perpisahan.Penyanyi lainnya, Victoria Paris, yang memiliki 1,9 juta pengikut, sangat menyesalkan penutupan tersebut yang terjadi tepat sebelum mencapai tonggak pencapaian. "Semuanya terasa sangat menyakitkan ... Saya hanya butuh 10.000 pengikut lagi untuk mencapai 2 juta," ungkap dia kepada para pengikutnya dalam sebuah unggahan beberapa jam yang lalu.Sementara itu, penyanyi Doechii memberikan harapan dan mengingatkan para pengikutnya dalam sebuah unggahan di TikTok, "Kami selamat dari Vine, Anda juga akan selamat." Vine merupakan aplikasi media sosial populer yang ditutup pada 2017 karena banyaknya tantangan dalam monetisasi dan mempertahankan para kreator konten."Saya akan hadir di platform berikutnya. Saya sudah ada di RedNote, jadi kalian bisa menemui saya di sana," ujar Doechii.RedNote, sebuah aplikasi media sosial asal China, telah muncul sebagai alternatif yang populer bagi para pengguna TikTok. Banyak kreator konten, termasuk Doechii, yang mengajak para pengikutnya untuk bergabung dengan mereka di platform tersebut.TikTok pada Jumat (17/1) memperingatkan bahwa mereka akan "tutup pada 19 Januari" tanpa jaminan dari pemerintahan Joe Biden. Pihak pemerintahan menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan tersebut akan berada di tangan presiden terpilih Donald Trump.Pada Sabtu yang sama, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dia "kemungkinan besar" akan memberikan TikTok penangguhan hukuman selama 90 hari dari potensi larangan setelah dirinya dilantik pada Senin (20/1).Seiring dengan ketidaktersediaan TikTok untuk sementara waktu di AS, para kreator konten dan pengguna lain terus membagikan pesan perpisahan, mengingat kembali bagaimana platform tersebut telah membangun ikatan komunitas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian di Australia ungkap gejala penuaan dini di usia 40 tahun
Indonesia
•
19 May 2025

Ilmuwan ungkap penemuan ilmiah di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
21 Nov 2025

Chang'e-6 masuki orbit Bulan usai lakukan pengereman di dekat Bulan
Indonesia
•
08 May 2024

Kapabilitas ditingkatkan, peringatan bencana meteorologi akan diterima warga China dalam 3-8 menit
Indonesia
•
31 Oct 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
