Anggaran universitas Austria 312 triliun rupiah, mahasiswa protes kekurangan 39 triliun rupiah

Kampus WU (Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina) di distrik ke-2 (Leopoldstadt) di Wina, Austria. (Andy Wang on Unsplash)

Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Puluhan ribu mahasiswa, staf universitas, dan para pendukung berunjuk rasa di Wina pada Kamis (22/10) menolak rencana pemangkasan anggaran universitas Austria, mendesak pemerintah untuk meningkatkan pendanaan dan melindungi kegiatan pengajaran serta penelitian.

Unjuk rasa tersebut, yang diselenggarakan oleh Serikat Mahasiswa Austria dengan slogan ‘Siaga Merah -- Selamatkan Universitas Kita’ (Red Alert – Save Our Universities), dimulai pada sore hari di luar gedung utama Universitas Teknologi Wina, menurut laporan media setempat.

Menurut serikat mahasiswa itu, sekitar 30.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa tersebut, termasuk mereka yang berasal dari Wina dan negara bagian Austria lainnya. Pawai melintasi pusat kota dan menyebabkan penutupan jalan serta gangguan lalu lintas.

Pemimpin serikat mahasiswa Viktoria Kudrna mengatakan unjuk rasa tersebut bertujuan untuk menunjukkan penolakan terhadap pemangkasan anggaran dan mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana pendanaan.

Perwakilan universitas dan kelompok mahasiswa telah memperingatkan bahwa pemangkasan anggaran dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan, berkurangnya kesempatan akademis, dan memburuknya kondisi kerja.

Menurut media setempat, dari 2028 hingga 2030, sebanyak 23 universitas negeri di negara tersebut akan menerima sekitar 16 miliar euro dari pemerintah, sementara serikat mahasiswa memperkirakan bahwa setidaknya 18 miliar euro dibutuhkan untuk menutupi kenaikan biaya. 

*1 euro = 20.272 rupiah

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait