
Mesir sesalkan kegagalan DK PBB adopsi resolusi gencatan senjata di Gaza

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Januari 2024 ini menunjukkan orang-orang yang menghadiri aksi unjuk rasa untuk mendukung rakyat Palestina di Jakarta. (Xinhua/Dwi Aqilasyah)
Amerika Serikat memveto resolusi yang diajukan oleh Aljazair untuk Kelompok Arab di New York yang menyerukan gencatan senjata di wilayah kantong Palestina itu, yang telah mencatat lebih dari 29.000 korban tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober tahun lalu.
Kairo, Mesir (Xinhua) – Mesir pada Selasa (20/2) mengungkapkan penyesalan mendalam atas kegagalan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk meloloskan resolusi yang menuntut agar gencatan senjata segera dilaksanakan di Jalur Gaza setelah Amerika Serikat (AS) memveto draf resolusi tersebut.Sebelumnya pada hari itu, AS memveto resolusi yang diajukan oleh Aljazair untuk Kelompok Arab di New York yang menyerukan gencatan senjata di wilayah kantong Palestina itu, yang telah mencatat lebih dari 29.000 korban tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober tahun lalu.Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan dalam pernyataannya bahwa hasil tersebut "menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas peraturan dan mekanisme kerja arsitektur internasional saat ini, khususnya Dewan Keamanan, yang diberi tanggung jawab untuk mencegah dan menyelesaikan konflik serta menghentikan perang."Mesir mengecam keras "selektivitas dan standar ganda dalam menangani perang dan konflik bersenjata di berbagai kawasan di dunia," kata pihak kementerian.Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen Mesir untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan ke Gaza dan penolakannya terhadap tindakan apa pun yang akan memicu pengusiran warga Palestina ke luar wilayah mereka.Serangan udara dan darat Israel yang sedang berlangsung di Gaza adalah balasan atas serangan mendadak Hamas, faksi penguasa Gaza, terhadap Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang pada 7 Oktober.Draf resolusi Aljazair didukung oleh 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan, sementara AS memveto draf tersebut dan Inggris abstain.Sebelum pemungutan suara tentang draf resolusi tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan draf resolusi Aljazair akan mengacaukan upaya yang sedang dilakukan untuk mencapai kesepakatan terkait sandera. Dia mengatakan delegasinya sedang mempersiapkan draf resolusi tandingan yang menyerukan "gencatan senjata sementara" berdasarkan prinsip bahwa semua sandera dibebaskan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jihad Islam sebut susunan "Dewan Perdamaian" Gaza yang diumumkan AS layani kepentingan Israel
Indonesia
•
18 Jan 2026

Israel sebut akan segera akhiri perang intensif seiring kekerasan meningkat di Tepi Barat
Indonesia
•
16 Jan 2024

Forum China-ASEAN digelar untuk tingkatkan kerja sama pembangunan berkelanjutan
Indonesia
•
17 Jul 2023

AS cabut sanksi terhadap penjabat presiden Venezuela
Indonesia
•
02 Apr 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
