
Dewan Keamanan PBB suarakan "kekhawatiran mendalam" atas memburuknya krisis di Haiti

Warga Haiti bentrok dengan tentara PBB saat mereka berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di Port-au-Prince, ibu kota Haiti, pada 8 Desember 2010. (Xinhua/Stringer)
Aksi kekerasan geng di Haiti terus berlanjut, menewaskan sedikitnya 184 orang pada 6 hingga 8 Desember di lingkungan Wharf Jeremie di Port-au-Prince, ibu kota Haiti.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (23/12) menyatakan "keprihatinan mendalam" atas memburuknya krisis di Haiti, mengecam keras aksi kekerasan geng yang terus berlanjut dan menyerukan solidaritas dengan rakyat Haiti.Dalam sebuah pernyataan pers, para anggota Dewan Keamanan PBB kembali menegaskan keprihatinan mendalam mereka atas krisis politik, ekonomi, keamanan, hak asasi manusia, kemanusiaan, serta kerawanan pangan dan gizi akut yang sedang melanda dan semakin memburuk di Haiti, begitu pula dengan pembatasan akses kemanusiaan di sana. Para anggota dewan juga menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional untuk terus mendukung rakyat Haiti.Para anggota dewan mengecam keras aksi kriminal yang terus-menerus dilakukan oleh geng-geng bersenjata dan menekankan pentingnya bagi masyarakat internasional untuk melipatgandakan upayanya dalam menyediakan bantuan kemanusiaan kepada warga setempat. Selain itu, mereka mendukung Kepolisian Nasional Haiti, termasuk dengan meningkatkan kapasitasnya untuk memulihkan hukum dan ketertiban melalui Misi Dukungan Keamanan Multinasional.Khususnya, mereka mengecam laporan-laporan mengenai geng bersenjata yang menewaskan sedikitnya 184 orang pada 6 hingga 8 Desember di lingkungan Wharf Jeremie di Port-au-Prince, ibu kota Haiti.Para anggota dewan menekankan pentingnya menciptakan kondisi keamanan yang kondusif untuk proses politik yang inklusif dan pemilihan umum yang bebas dan adil di Haiti sekaligus mendorong misi tersebut untuk mempercepat pengerahan pasukannya, serta dukungan terhadap misi tersebut.Para anggota dewan menegaskan kembali kecaman dan keprihatinan mendalam mereka atas seriusnya pelanggaran yang dilakukan terhadap anak-anak di Haiti dan meningkatnya jumlah pelanggaran tersebut. Mereka juga mengingatkan pentingnya memastikan perlindungan anak dan mendesak semua pelaku, terutama geng dan jaringan kriminal, untuk segera mengakhiri dan mencegah semua pelanggaran terhadap anak-anak.Selain itu, para anggota dewan menyatakan keprihatinan atas lambatnya kemajuan peta jalan (road map) Haiti untuk memulihkan lembaga-lembaga demokrasi. Mereka menekankan pentingnya progres mendesak dalam transisi politik dan mendesak semua aktor politik untuk terlibat secara konstruktif guna memfasilitasi dan memajukan penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan presiden yang bebas dan adil, serta memulihkan lembaga-lembaga demokrasi secepatnya.Para anggota dewan juga menyatakan keprihatinan mendalam atas terus berlanjutnya aliran senjata dan amunisi ilegal ke Haiti yang masih menjadi faktor utama ketidakstabilan dan kekerasan. Mereka juga menyerukan diambilnya tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengimplementasikan embargo senjata.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi kirim 100 ton kurma sebagai hadiah ke Zambia
Indonesia
•
29 Aug 2020

Populasi Jepang turun di seluruh 47 prefekturnya untuk kali pertama
Indonesia
•
01 Aug 2023

NASA gunakan tanaman hias untuk bersihkan udara dalam kabin pesawat antariksa
Indonesia
•
29 May 2022

AP: Pembunuhan yang menarget polisi meningkat di AS
Indonesia
•
20 Oct 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
