
Abrasi pantai buat petani garam di Desa Lancok, Aceh terapkan metode tradisional rebus

Foto yang diabadikan pada 2 Mei 2026 ini memperlihatkan seorang pekerja memproduksi garam secara tradisional dengan cara direbus di atas tungku api besar di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. (Xinhua/Fachrul Reza)
Para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Aceh Utara, Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Produksi garam di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengalami kendala akibat hilangnya lahan garapan pascabanjir bandang dan abrasi pantai. Kondisi ini memaksa para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah gerai Starbucks di China Daratan akan capai 9.000 pada 2025
Indonesia
•
14 Sep 2022

Utang Luar Negeri Indonesia tumbuh melambat di bulan April
Indonesia
•
16 Jun 2021

Uang beredar tumbuh positif pada Agustus 2022
Indonesia
•
23 Sep 2022

Ofgem: Ambang batas harga energi Inggris naik 10 persen mulai Oktober 2024
Indonesia
•
24 Aug 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
