
Abrasi pantai buat petani garam di Desa Lancok, Aceh terapkan metode tradisional rebus

Foto yang diabadikan pada 2 Mei 2026 ini memperlihatkan seorang pekerja memproduksi garam secara tradisional dengan cara direbus di atas tungku api besar di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. (Xinhua/Fachrul Reza)
Para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Aceh Utara, Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Produksi garam di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengalami kendala akibat hilangnya lahan garapan pascabanjir bandang dan abrasi pantai. Kondisi ini memaksa para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak jatuh saat pembicaraan damai Ukraina dan khawatir permintaan China
Indonesia
•
29 Mar 2022

‘Purchasing managers' index’ manufaktur Indonesia 57,2 pada Oktober 2021, tertinggi dalam sejarah
Indonesia
•
01 Nov 2021

Opini – Negara-negara Global South harus serempak tolak ‘tarif resiprokal’
Indonesia
•
24 Apr 2025

Pameran Impor Internasional China buka pintu bagi perusahaan asing
Indonesia
•
11 Nov 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
