
Perusahaan layanan truk berusia 99 tahun di AS pailit, picu kekhawatiran 30.000 pekerja dan kreditur

Sebuah truk melintasi genangan air di Houston, Texas, Amerika Serikat, pada 27 Agustus 2017. (Xinhua/Zhong Jia)
Yellow Corp., sebuah perusahaan layanan angkutan truk Amerika Serikat (AS) yang pernah berjaya di bidangnya, telah mengajukan pernyataan kepailitan seiring dengan penutupan bisnisnya yang telah berusia 99 tahun, yang menimbulkan kekhawatiran bagi 30.000 pekerjanya dan sejumlah kreditur papan atas.
New York City, AS (Xinhua) – Yellow Corp., sebuah perusahaan layanan angkutan truk Amerika Serikat (AS) yang pernah berjaya di bidangnya, telah mengajukan pernyataan kepailitan seiring dengan penutupan bisnisnya yang telah berusia 99 tahun, yang menimbulkan kekhawatiran bagi 30.000 pekerjanya dan sejumlah kreditur papan atas.Penyedia layanan logistik yang berbasis di Nashville itu pada Ahad (6/8) mengumumkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan perlindungan kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11) ke Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk Distrik Delaware. "Dengan kekecewaan yang mendalam, Yellow mengumumkan penutupan setelah hampir 100 tahun menjalankan bisnis," kata CEO Darren Hawkins dalam sebuah pernyataan."Saat ini, tidak banyak ditemukan orang yang bekerja di satu perusahaan selama 20, 30, atau bahkan 40 tahun, namun banyak karyawan Yellow begitu. Selama beberapa generasi, Yellow memberi ratusan ribu warga Amerika pekerjaan yang solid, gaji tinggi, dan karier yang memuaskan," sebut eksekutif tertinggi itu.Yellow mengatakan pihaknya berharap dapat mencapai kesepakatan dengan para krediturnya, sembari menunggu persetujuan dari pengadilan, yang akan membuatnya dapat membayar upah dan tunjangan tertentu, serta beberapa kewajiban kepada vendor dan pemasok.Perusahaan itu mengungkapkan daftar panjang kreditur di dalam pengajuan pengadilannya, dengan Amazon (AMZN), Home Depot (HD), dan Goodyear Tire & Rubber Company (GT) berada di antara 30 kreditur teratas dengan klaim tanpa jaminan."Pengajuan kepailitan dilakukan lebih dari sepekan setelah perusahaan layanan angkutan truk tersebut menghentikan operasinya, yang membuat 30.000 orang kehilangan pekerjaan. Dalam sebuah gugatan pada bulan lalu, perusahaan itu memperingatkan bahwa pihaknya berisiko kehabisan uang yang dibutuhkan untuk terus beroperasi," kata Eyewitness News pada Senin (7/8) di dalam laporan perkembangannya."Saat mencari suntikan dana tunai yang tidak pernah datang, Yellow Corp. mengalami kesulitan dengan bisnis yang melambat, beban utang yang tidak terjangkau, dan sengketa panjang dengan serikat pekerja Teamsters, yang mewakili 22.000 dari 30.000 karyawannya, termasuk pengemudi dan sebagian besar pekerja dermaga," tambah laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Putra mahkota Saudi umumkan pengalihan saham Aramco 4 persen
Indonesia
•
13 Feb 2022

Feature – Wisatawan Eropa nikmati tur di Beijing di bawah kebijakan bebas visa yang baru
Indonesia
•
31 Mar 2024

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional suntikkan vitalitas bagi ekonomi global
Indonesia
•
02 Jan 2023

Koridor Ekonomi China-Pakistan buka peluang bagi rakyat Pakistan
Indonesia
•
18 Jan 2023


Berita Terbaru

PM Albanese sebut pasokan bahan bakar Australia akan semakin sulit dalam beberapa bulan mendatang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Netflix jajaki pasar Rusia lagi, mulai dari pendaftaran merek dagang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus naik saat konflik masih berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026
