
Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional

Indonesia secara aklamasi terpilih sebagai anggota Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk periode 2023-2025 dalam Pertemuan General Conference IAEA ke-67 yang berlangsung di Wina pada 25-28 September 2023. (Kementerian Luar Negeri RI)
Wina adalah tempat berlangsungnya pertemuan General Conference IAEA ke-67 pada 25-28 September 2023, di mana Indonesia secara aklamasi terpilih sebagai anggota Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk periode 2023-2025.
Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia secara aklamasi terpilih sebagai anggota Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk periode tahun 2023-2025 dalam Pertemuan General Conference IAEA ke-67 yang berlangsung di Wina pada 25-28 September 2023."Dengan terpilihnya sebagai anggota Dewan Gubernur, Indonesia akan terus berperan aktif dalam mendorong pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai, kerja sama teknis, serta mendorong adanya transfer teknologi nuklir ke negara-negara berkembang,” kata Duta Besar/Wakil Tetap RI di Wina, Dr. iur. Damos D. Agusman yang akan bertindak sebagai gubernur mewakili Pemerintah Indonesia, ungkap Kementerian Luar Negeri RI, Jumat.Indonesia juga akan terus berperan aktif dan mendukung peran IAEA dalam menjalankan mandatnya terkait isu keamanan nuklir, keselamatan nuklir, dan safeguards di tengah situasi politik dan keamanan dunia yang cukup rumit saat, Damos menambahkan.Lebih lanjut, Damos menyampaikan bahwa Indonesia telah menerima banyak manfaat dari IAEA dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk lingkungan hidup, pertanian dan ketahanan pangan."Indonesia telah menerima banyak manfaat dari kerjasama dengan IAEA, dan akan terus mengembangkan kerja sama yang bemanfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” ujarnya.Menurut Damos, saat ini Indonesia dan IAEA telah menandatangani LOI (letter of intent) untuk program ‘Rays of Hope’, yakni pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengobatan kanker.Keanggotaan Indonesia di Dewan Gubernur ini mewakili kelompok Southeast Asia and Pacific (SEAP/Asia Tenggara dan Pasifik).Dewan Gubernur adalah salah satu organ penting dalam menentukan kebijakan IAEA, selain General Conference IAEA.Dewan Gubernur bertugas memeriksa dan membuat rekomendasi kepada General Conference mengenai laporan keuangan, program dan anggaran IAEA, mempertimbangkan permohonan keanggotaan, menyetujui perjanjian safeguards dan publikasi standar keselamatan IAEA, serta menunjuk Direktur Jenderal IAEA dengan persetujuan General Conference.Selain Indonesia, negara lain yang terpilih menjadi anggota Dewan Gubernur adalah Aljazair, Burkina Faso, Korea Selatan, Paraguay, Ekuador, Bangladesh, Belanda, dan Spanyol.Sementara itu pencalonan Armenia, Ukraina, dan Azerbaijan harus dilakukan pemungutan suara yang akhirnya dimenangkan oleh Armenia dan Ukraina.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Komunitas Indonesia-Australia di Newcastle rayakan HUT RI ke-74
Indonesia
•
08 Sep 2019

Indonesia-Maroko bahas kerja sama pendidikan, peningkatan beasiswa
Indonesia
•
06 Feb 2025

KKP siapkan sistem pengawasan berteknologi tinggi kawal ekonomi biru 2022
Indonesia
•
24 Nov 2021

Legislator: Media massa harus bantu masyarakat cerdas bermedsos
Indonesia
•
13 Oct 2022


Berita Terbaru

Opini – Usulan Indonesia untuk ambil inisiatif bentuk koalisi penjamin
Indonesia
•
27 Mar 2026

Idul Fitri 1447H - Mudik Lebaran 2026 di seluruh Indonesia diprediksi capai 143,9 juta perjalanan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Flash - Pemerintah RI tetapkan 1 Syawal 1447H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
Indonesia
•
19 Mar 2026

Indonesia jajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China
Indonesia
•
17 Mar 2026
