
Feature – 3 tahun berlalu, warga Afghanistan syukuri perdamaian dan harapkan pemulihan ekonomi

Mohammadajan, seorang pedagang kaki lima, terlihat di Kabul, Afghanistan, pada 13 Agustus 2024. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Washington menjatuhkan sanksi kepada pemerintahan Afghanistan yang baru, membekukan aset-aset bank sentral Afghanistan senilai miliaran dolar AS, dan oleh karenanya menjerumuskan negara tersebut ke dalam krisis ekonomi.
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – Setelah seharian dagangannya sepi pembeli, Mohammadajan, seorang pedagang kaki lima di Kabul, ibu kota Afghanistan, menggunakan kesempatan terakhir sebelum matahari terbenam untuk berteriak menjajakan sayuran dagangannya kepada para pembeli, yang jumlahnya jarang.Pada 15 Agustus 2021, pasukan Taliban memasuki Kabul dan mengambil alih kekuasaan setelah pasukan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) ditarik mundur dari Afghanistan.Untuk merayakan tiga tahun mundurnya pasukan yang dipimpin AS tersebut dari Afghanistan, jalan-jalan dan gedung-gedung di Kabul dihiasi dengan bendera dan slogan di dinding yang berbunyi ‘Selamat untuk kebebasan’ dan ‘Bangsa Afghanistan mengalahkan Amerika’."Hari itu (tiga tahun yang lalu), saya mendengar Taliban akan memasuki kota, dan melalui jendela, saya melihat orang-orang di jalan berlarian pulang dengan panik," kenang Mohammadajan.Namun, Mohammadajan segera menyadari bahwa segala sesuatunya tidak berkembang ke arah yang buruk, dan Afghanistan akhirnya memasuki masa yang relatif damai selama tiga tahun."Situasi keamanan di sini telah membaik 100 persen, dan jumlah pengemis serta pencuri di jalanan juga berkurang secara bertahap," katanya kepada Xinhua.Menurut Indeks Terorisme Global, angka kematian akibat teror turun sebanyak 519 orang di Afghanistan pada 2023, membaik 81 persen. Ini merupakan tahun pertama bagi Afghanistan sejak 2019 untuk tidak lagi menjadi negara yang paling terdampak terorisme."Keamanan telah membaik dibandingkan masa lalu," ujar Hussain, seorang pemilik toko buah kering di Kabul. "Toko kami buka hingga pukul 00.00 tengah malam, dan tidak ada yang mengganggu kami."
Foto ini menunjukkan pemandangan di Kabul, Afghanistan, pada 14 Agustus 2024. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Universitas Primagraha gelar ‘workshop Creative Writing’
Indonesia
•
13 Jul 2024

COVID-19 – Mayoritas kasus kematian di AS adalah warga lansia
Indonesia
•
12 May 2022

Rayakan Imlek, stasiun luar angkasa China gelar pameran foto
Indonesia
•
24 Jan 2023

Depopulasi parah landa kota-kota kecil di Spanyol
Indonesia
•
29 Aug 2024


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
