
Sekjen PBB kirimi PM Israel surat untuk sampaikan kekhawatiran terkait UU pelarangan UNRWA

Seorang anak Palestina terlihat di sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pascaserangan Israel, pada 14 Oktober 2024. Sedikitnya 19 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka pada Minggu (13/10) dalam serangan penembakan Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, menurut sejumlah sumber Palestina. (Xinhua/Marwan Dawood)
UNRWA merupakan sarana utama yang digunakan untuk memberikan bantuan penting bagi para pengungsi Palestina di wilayah Palestina yang diduduki. "Tidak ada alternatif lain selain UNRWA."
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (29/10) mengirimkan surat kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, menyampaikan kekhawatirannya terkait undang-undang (UU) baru yang melarang operasi sebuah badan PBB, kata seorang juru bicara (jubir) PBB.Parlemen Israel pada Senin (28/10) meloloskan dua UU yang menghalangi Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA) beroperasi di negara tersebut, dan melarang otoritas Israel melakukan kontak apa pun dengan badan tersebut.Guterres menguraikan dalam surat tersebut bahwa "isu-isu hukum internasional telah diangkat oleh UU ini," sebut Stephane Dujarric, jubir sekjen PBB, dalam sebuah taklimat harian."Jika diimplementasikan, UU ini jelas akan berdampak buruk pada situasi kemanusiaan warga Palestina," ujar Dujarric.Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin itu, Guterres menekankan bahwa UNRWA merupakan sarana utama yang digunakan untuk memberikan bantuan penting bagi para pengungsi Palestina di wilayah Palestina yang diduduki. "Tidak ada alternatif lain selain UNRWA."Guterres memperingatkan bahwa UU baru tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk bagi pengungsi Palestina, serta menyebut hal itu "tidak dapat diterima."
Anggota keluarga Ahmed Shinbari mengambil air di Gaza bagian utara pada 17 Juli 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Shutdown’ pemerintahan AS masuki pekan ketiga, Depkeu AS peringatkan dampak ekonomi
Indonesia
•
15 Oct 2025

Dilanda gelombang panas, Bangladesh catat rekor suhu tertinggi sejak 1989
Indonesia
•
03 May 2024

COVID-19 – Austria umumkan ‘lockdown’ penuh, picu kemarahan warga
Indonesia
•
20 Nov 2021

Laporan wadah pemikir Xinhua ungkap bahaya hegemoni militer AS
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
