UNICEF peringatkan dampak konflik Lebanon terhadap lebih dari 770 ribu anak

Warga berduka dalam pemakaman korban yang tewas akibat serangan udara Israel di Haret Saida, Lebanon selatan, pada 10 Mei 2026. Sedikitnya satu anak termasuk di antara korban tewas, sementara beberapa anak lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 240 anak tewas dan hampir 1.000 lainnya terluka di Lebanon sejak eskalasi pertempuran pada awal Maret tahun ini, kata Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Rabu (17/6), seraya memperingatkan bahwa kekerasan yang berkepanjangan semakin membebani populasi termuda di negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, UNICEF menyebutkan 247 anak tewas dan 992 lainnya mengalami luka-luka sejak 2 Maret. Lembaga PBB itu menambahkan bahwa ratusan ribu anak lainnya juga terdampak pengungsian, kerawanan, serta gangguan akses ke layanan dasar.

UNICEF memperkirakan lebih dari 770.000 anak sedang menghadapi dampak emosional dan mental akibat kekerasan yang terjadi. Sementara itu, masalah keamanan yang masih terjadi serta keberadaan amunisi yang belum meledak terus menghambat banyak keluarga untuk kembali ke komunitas mereka.

UNICEF menyerukan penghentian pertempuran, perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital, serta akses tanpa hambatan bagi organisasi kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak.

Iran dan Amerika Serikat pada Ahad (14/6) memfinalisasi sebuah nota kesepahaman perdamaian yang diperkirakan akan menyerukan penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Namun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (15/6) bahwa militer Israel akan tetap berada di "zona keamanan" yang dikuasainya di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza selama masih diperlukan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait