
Trump ancam Oman tidak ikut campur dalam perundingan AS-Iran

Orang-orang berpartisipasi dalam unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (27/5) memperingatkan Oman agar tidak ikut campur saat perundingan yang rapuh dengan Iran masih berlangsung, serta mengeklaim bahwa AS akan "mengawasi" Selat Hormuz.
Ketika ditanya apakah dia akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman mengendalikan jalur perairan strategis tersebut, Trump menyampaikan kepada awak media dalam sebuah pertemuan kabinet di Gedung Putih: "Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua pihak."
"Selat itu adalah perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya. Kami pasti akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya," ujar Trump. "Hal tersebut merupakan bagian dari negosiasi yang kami lakukan."
"Oman akan bersikap seperti negara-negara lain, atau kami terpaksa akan menghancurkan mereka," sebut Trump memperingatkan.
Pernyataan itu dilontarkan Trump setelah stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pihaknya telah memperoleh sebuah draf tidak resmi dari kesepakatan Iran-AS yang akan memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke level sebelum perang dalam waktu satu bulan, dengan Iran dan Oman bersama-sama mengelola lalu lintas tersebut. Kerangka kerja itu juga mencakup pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan penarikan pasukan militer AS dari wilayah sekitar Iran.
Pihak AS telah membantah laporan Iran tersebut dan menyebutnya sebagai "rekayasa belaka".
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Imbas konflik Gaza, tingkat pengangguran Palestina capai 50,8 persen
Indonesia
•
09 Jun 2024

Dewan Keamanan PBB kutuk serangan teroris di Pakistan
Indonesia
•
31 Mar 2024

Xi sebut China pandang hubungannya dengan Filipina dari perspektif ketinggian strategis
Indonesia
•
18 Nov 2022

Kementerian Luar Negeri Taiwan kecam Rusia karena sebut Taiwan bagian dari China
Indonesia
•
16 Jun 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Gelombang protes Eropa ungkap retaknya kepercayaan publik terhadap pemerintah
Indonesia
•
20 Oct 2026

Prancis berlakukan jam malam di sejumlah kota usai kerusuhan, 2.397 orang ditangkap
Indonesia
•
20 Oct 2026

Program Pangan Dunia butuh 8,1 triliun rupiah untuk operasi di Gaza dan Tepi Barat, bantuan mulai dipangkas
Indonesia
•
20 Oct 2026

Analisis – Kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat jadi ujian Israel jelang pemilu
Indonesia
•
20 Oct 2026
