
Sekjen PBB desak dukungan internasional untuk pembangunan kembali Pakistan

Seorang pria yang menggendong seorang anak berjalan menembus air banjir di Charsadda, Pakistan barat laut, pada 31 Agustus 2022. (Xinhua/Saeed Ahmad)
Tingkat kemiskinan di Pakistan diperkirakan akan terus meningkat, menyeret 9,1 juta penduduknya ke bawah garis kemiskinan.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (9/1) mendesak masyarakat internasional untuk menegaskan kembali solidaritas dengan Pakistan dan mendukung pembangunan kembali negara itu setelah dilanda banjir dahsyat pada musim panas tahun lalu.Diselenggarakan bersama oleh pemerintah Pakistan dan PBB, Konferensi Internasional tentang Ketahanan Iklim Pakistan berlangsung di Jenewa pada Senin."Jika ada keraguan tentang kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim, pergilah ke Pakistan," kata Guterres. "Di sana ada kerugian. Ada kerusakan, dan Anda akan melihat masa depan kita bersama," katanya dalam konferensi pers usai menyampaikan pidato pada konferensi itu.
Tim penyelamat mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Distrik Jamshoro, Provinsi Sindh, Pakistan, pada 15 September 2022. (Xinhua/Str)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato dalam rapat pleno pembuka pertemuan iklim PBB di Stockholm, Swedia, pada 2 Juni 2022. (Xinhua/Wei Xuechao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Melihat dari dekat sejumlah ‘venue’ Universiade Chengdu
Indonesia
•
19 Jul 2023

Badan bantuan serukan dana dukung kebutuhan kemanusiaan di Sudan
Indonesia
•
06 May 2023

COVID-19 – China desak AS bagikan data subvarian Omicron XBB.1.5
Indonesia
•
10 Jan 2023

Lebih dari 1.500 orang tewas akibat gempa Turkiye dan Suriah
Indonesia
•
06 Feb 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
