
Terobosan AI untuk MRI kanker: Pemindaian lebih cepat, akurat, dan deteksi tumor lebih dini

Ilustrasi. (National Cancer Institute on Unsplash)
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti telah mengembangkan sebuah metode inovatif berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mempercepat sekaligus meningkatkan akurasi pemindaian pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging/MRI) kanker, seperti disampaikan Institut Teknologi Israel dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/6).
Meskipun metode baru tersebut dikembangkan untuk pencitraan kanker payudara, para peneliti mengatakan metode itu juga dapat diterapkan pada pemindaian otak, kepala dan leher, serta berpotensi digunakan pada teknologi pencitraan medis lainnya di masa depan.
Teknologi baru ini, yang disebut ELITE dan dipaparkan dalam jurnal Nature Communications, menggabungkan AI dengan model matematika canggih untuk meningkatkan pemindaian MRI dinamis, yang secara luas digunakan untuk mendeteksi kanker payudara pada individu dengan risiko tinggi terkena penyakit tersebut.
Pemindaian MRI dapat memberikan gambar yang sangat detail, namun proses untuk memperoleh gambar tersebut biasanya membutuhkan waktu. Pemeriksaan MRI dinamis konvensional menghasilkan satu gambar setiap satu hingga dua menit, sehingga menyulitkan dokter untuk melacak bagaimana zat kontras bergerak melalui jaringan secara waktu nyata (real-time).
Para peneliti tersebut mengatakan mereka mengatasi tantangan ini dengan menggabungkan pemodelan matematika dengan sistem pembelajaran mendalam yang dilatih untuk menghilangkan noise gambar dan merekonstruksi informasi yang hilang. Hasilnya adalah pemindaian yang mampu menghasilkan satu gambar per detik sembari mempertahankan kualitas gambar yang tinggi, kata mereka.
Dalam eksperimen yang melibatkan 54 pasien, teknologi itu meningkatkan visibilitas tumor dan sensitivitas diagnostik dibandingkan metode yang ada.
Para peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan untuk memantau pergerakan zat kontras hampir secara terus menerus dapat membantu dokter mendeteksi tumor kecil lebih dini serta membedakan dengan lebih baik antara pertumbuhan jinak dan ganas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia buka fasilitas untuk lindungi 13 juta spesimen keanekaragaman hayati
Indonesia
•
19 Aug 2025

Model AI Green Shield pastikan penggunaan pestisida yang tepat
Indonesia
•
26 May 2026

China rilis citra berwarna global Mars
Indonesia
•
01 May 2023

Peneliti China rekomendasikan pengurangan kortisol dalam operasi tumor hipofisis
Indonesia
•
25 Nov 2022


Berita Terbaru

Ada teknologi yang bisa memprediksi dunia dan vaksin yang melawan kanker, ini 10 inovasi terbesar 2026
Indonesia
•
23 Jun 2026

Flu burung H5N1 tewaskan 13 ribu anak anjing laut di pulau terpencil Australia
Indonesia
•
20 Jun 2026

Mesir temukan sisa kuil berusia 2.500 tahun di Oasis Bahariya
Indonesia
•
20 Jun 2026

Peneliti di Australia kembangkan alat digital untuk deteksi efek samping serius imunoterapi kanker
Indonesia
•
18 Jun 2026
