
Peneliti di Australia kembangkan alat digital untuk deteksi efek samping serius imunoterapi kanker

Ilustrasi. (Olga Kononenko on Unsplash)
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti di Australia telah mengembangkan alat digital yang dapat dengan cepat dan akurat mengidentifikasi pasien kanker yang mengalami efek samping serius dari imunoterapi, ungkap sebuah penelitian.
Pusat Kanker Peter MacCallum (Peter Mac) di Australia menciptakan "fenotipe digital" yang telah diverifikasi oleh klinisi, berupa algoritma komputer yang menggunakan data rekam medis elektronik untuk mendeteksi kolitis terkait imun, yakni kondisi peradangan usus yang memengaruhi hingga 50 persen pasien yang menjalani imunoterapi penghambat titik kontrol imun (immune checkpoint inhibitor immunotherapy), demikian menurut pernyataan Peter Mac yang dirilis pada Rabu (17/6).
Peneliti utama Jasmine Teng, dokter penyakit menular di Peter Mac, mengatakan alat ini dapat menggantikan tinjauan kasus manual yang memakan banyak waktu dengan metode yang lebih cepat, dapat digandakan, serta mampu mengidentifikasi pasien terdampak dengan akurasi tinggi.
"Alat ini merupakan kemajuan signifikan dalam cara kita memanfaatkan kekuatan data yang sudah ada di dalam sistem kesehatan kita," tutur Teng.
"Jika kita dapat mengidentifikasi penanda hayati (biomarker) yang memprediksi siapa yang akan mengalami kolitis terkait imun, kita dapat bekerja sama dengan pasien dan tim pengobatan mereka guna menyesuaikan pengaturan imunoterapi mereka atau menyempurnakan penanganan dini terhadap efek samping ini," katanya.
Identifikasi yang lebih efisien terhadap pasien yang mengalami kolitis terkait imun dalam skala besar memungkinkan dilakukannya penelitian dan wawasan klinis baru yang sebelumnya mustahil dilakukan, imbuh Teng.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wahana penjelajah Mars Zhurong menangkan penghargaan paten tertinggi China
Indonesia
•
11 Sep 2023

Mobil energi baru China kian populer di Yordania di tengah transisi hijau
Indonesia
•
19 Aug 2022

Reptil laut dari zaman dinosaurus diidentifikasi di China selatan
Indonesia
•
08 Apr 2022

Tim ilmuwan berhasil tentukan waktu kepunahan massal 200 juta tahun lalu
Indonesia
•
07 Feb 2024


Berita Terbaru

Bukan pemanis buatan! Gula langka rendah kalori ini berasal dari tebu dan bakteri
Indonesia
•
18 Jun 2026

Pecinta bawang bombai lebih jarang kena diabetes? Ini penjelasan ilmiahnya
Indonesia
•
18 Jun 2026

Tak ada sinyal? Warga Beijing kini bisa kirim SMS via satelit saat bencana
Indonesia
•
18 Jun 2026

Ilmuwan China temukan spesies baru dinosaurus berbulu
Indonesia
•
18 Jun 2026
