
COVID-19 – Vaksin dikembangkan melalui berbagai jalur teknologi di China

Seorang sukarelawan uji klinis menerima suntikan satu dosis vaksin nonaktif buatan China untuk varian Omicron di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 1 Mei 2022. (Xinhua)
Teknologi pembuatan vaksin COVID-19 yang digunakan di China sangat beragam, termasuk vaksin mRNA-Beta dan mRNA-Omicron yang dapat memicu tingkat antibodi penetralisir titer tinggi terhadap SARS-CoV-2 orisinal dan beberapa variannya, seperti Beta, Delta, dan Omicron.
Beijing, China (Xinhua) – Teknologi pembuatan vaksin COVID-19 yang diterapkan di China sangat beragam, dengan setidaknya 46 vaksin COVID-19 sedang diuji dalam uji coba pada manusia di negara ini, dan lebih dari 20 vaksin sedang dalam uji klinis di luar negeri.Di antara vaksin-vaksin tersebut, tiga vaksin monovalen nonaktif yang dirancang untuk menetralkan varian Omicron sedang dalam fase pengujian untuk imunisasi sekuensial di China Daratan, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab, dan tes-tes itu berjalan dengan baik.Selain itu, dua kandidat vaksin COVID-19 berbasis mRNA yang dikembangkan di China telah terbukti efektif dalam uji praklinis, menunjukkan potensinya untuk pengujian pada manusia, menurut sebuah makalah pada Juni yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Microbes & Infections.Studi tersebut menunjukkan bahwa kedua vaksin itu, yakni mRNA-Beta dan mRNA-Omicron, dapat memicu tingkat antibodi penetralisir titer tinggi terhadap SARS-CoV-2 orisinal dan beberapa variannya, seperti Beta, Delta, dan Omicron.Selain itu, sebuah vaksin protein rekombinan yang dikembangkan China untuk melawan COVID-19 terbukti aman dan efektif dalam uji coba tahap akhir pada manusia, menurut sebuah penelitian yang dirilis pada Mei lalu di The New England Journal of Medicine.Vaksin tersebut memiliki kemanjuran terhadap COVID-19 dengan tingkat keparahan apa pun sebesar 81,4 persen dalam tindak lanjut jangka pendek dan 75,7 persen dalam tindak lanjut jangka panjang.Sembilan vaksin multivalen China terhadap varian COVID-19 telah diuji klinis, dengan beberapa di antaranya memasuki fase ketiga, yang merupakan tahap terakhir sebelum diizinkan untuk dipasarkan.Selain itu, sebuah kelompok China mengusulkan kandidat vaksin COVID-19 nanopartikel mosaik quadrivalent yang terdiri dari protein lonjakan (spike protein) dari prototipe SARS-CoV-2, dan varian Alpha, Beta, dan Gamma.Studi itu, yang diterbitkan pada Mei di jurnal Nature Communications, mengungkapkan bahwa kandidat vaksin nanopartikel itu telah menghasilkan antibodi penetral yang setara atau superior terhadap berbagai galur (strain) varian pada tikus dan primata nonmanusia, dengan hanya sedikit pengurangan titer netralisasi terhadap galur versi leluhurnya.Pengembangan vaksin spektrum luas ini juga sedang dilakukan di China, menurut kelompok penelitian di bawah mekanisme pencegahan dan pengendalian gabungan COVID-19 Dewan Negara China dan tim-tim peneliti terkait lainnya.Negara itu juga sedang mengembangkan vaksin COVID-19 yang menargetkan pemberian obat dengan lebih mudah.Vaksin COVID-19 berbasis vektor adenovirus tipe-5 aerosol (Ad5-nCoV), yang diberikan dengan cara dihirup melalui mulut, telah disetujui untuk penggunaan darurat di antara populasi yang telah diinokulasi dengan dua dosis vaksin nonaktif selama enam bulan.Dosis hirupnya hanya seperlima dari injeksi intramuskular, dan uji klinis membuktikan vaksin itu aman dan efektif pada orang dewasa sebagai suntikan booster.Hingga saat ini, sembilan vaksin COVID-19 yang dikembangkan dengan jalur teknologi yang beragam mendapat persetujuan pasar bersyarat atau telah diberi lampu hijau untuk penggunaan darurat di China. Tiga di antaranya sudah masuk dalam daftar vaksin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pesawat jet C919 China mulai proses penerbangan validasi
Indonesia
•
26 Dec 2022

13 spesies kuda laut dunia ada di Indonesia, terancam perdagangan ilegal dan kerusakan habitat
Indonesia
•
19 May 2026

Pesawat ‘sport’ ringan AG50 modifikasi buatan China rampungkan penerbangan perdana
Indonesia
•
11 Dec 2024

AS umumkan 31 pusat teknologi regional untuk genjot inovasi
Indonesia
•
26 Oct 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
