
Teknologi murah ini buka peluang deteksi dini penyakit jantung rematik di daerah terpencil

Ilustrasi. (jesse orrico on Unsplash)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti mengembangkan teknologi sederhana dan berbiaya rendah untuk mendeteksi penyakit jantung rematik secara lebih dini, demikian disampaikan Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel (wilayah Palestina yang diduduki), dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/10).
Para peneliti mengatakan bahwa metode baru tersebut, yang dipaparkan dalam jurnal ACS Sensors, dapat mempermudah akses terhadap pemeriksaan penyakit ini di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber daya medis.
Penyakit jantung rematik dapat terjadi setelah infeksi radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus yang tidak diobati, karena respons kekebalan tubuh merusak katup jantung. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di kalangan kaum muda di negara-negara berkembang.
Teknologi baru tersebut menggunakan polimer untuk mendeteksi penanda penyakit dalam darah. Jika penanda tersebut terdeteksi, polimer akan memancarkan sinyal cahaya yang dapat diukur menggunakan peralatan laboratorium dasar.
Para peneliti mengatakan teknologi tersebut juga dapat diadaptasi untuk mendeteksi penanda yang berkaitan dengan penyakit lain.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tingkatkan optimalisasi gabungan wahana antariksa kargo dan roket untuk suplai stasiun luar angkasa murah
Indonesia
•
16 Nov 2024

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Pembangunan pembangkit listrik tenaga fotovoltaik raksasa dimulai di China barat daya
Indonesia
•
29 Aug 2023

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026


Berita Terbaru

Paradoks pemanasan global: Kepunahan tumbuhan berjalan bersama ledakan keanekaragaman
Indonesia
•
16 Oct 2026

Makin kaya pengalaman hidup, bantu otak lebih tangguh menghadapi trauma
Indonesia
•
16 Oct 2026

Perempuan lebih rentan mengalami demensia? Kasus baru capai 24,7 juta pada 2050
Indonesia
•
13 Oct 2026

Model AI tingkatkan akurasi prediksi banjir hingga 12 pekan sebelumnya
Indonesia
•
13 Oct 2026
