Teknologi murah ini buka peluang deteksi dini penyakit jantung rematik di daerah terpencil

Ilustrasi. (jesse orrico on Unsplash)

Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti mengembangkan teknologi sederhana dan berbiaya rendah untuk mendeteksi penyakit jantung rematik secara lebih dini, demikian disampaikan Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel (wilayah Palestina yang diduduki), dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/10).

Para peneliti mengatakan bahwa metode baru tersebut, yang dipaparkan dalam jurnal ACS Sensors, dapat mempermudah akses terhadap pemeriksaan penyakit ini di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber daya medis.

Penyakit jantung rematik dapat terjadi setelah infeksi radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus yang tidak diobati, karena respons kekebalan tubuh merusak katup jantung. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di kalangan kaum muda di negara-negara berkembang.

Teknologi baru tersebut menggunakan polimer untuk mendeteksi penanda penyakit dalam darah. Jika penanda tersebut terdeteksi, polimer akan memancarkan sinyal cahaya yang dapat diukur menggunakan peralatan laboratorium dasar.

Para peneliti mengatakan teknologi tersebut juga dapat diadaptasi untuk mendeteksi penanda yang berkaitan dengan penyakit lain.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait