
Feature – Teknologi dan kerja sama pertanian makmurkan kehidupan petani tebu di China dan ASEAN

Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2024 ini menunjukkan mesin-mesin pertanian sedang menabur benih tebu di lahan di Kota Laibin, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Liang Huiye)
Teknologi dan mekanisasi pertanian yang semakin modern membawa perubahan nyata dalam penanaman tebu di wilayah Wuxuan, salah satu area penanaman tebu utama di China, dengan proses penyemaian tebu menjadi sepuluh kali lebih efisien dari sebelumnya.
Nanning, China (Xinhua) – Ketika periode hujan baru sedang memasuki Desa Shangtang di wilayah Wuxuan, Kota Laibin, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, para penduduk desa dengan kerbau meningkatkan kecepatan mereka di kejauhan, sementara traktor-traktor nirawak di ladang tebu melanjutkan pekerjaan mereka dengan cara yang teratur.Selama masa pembajakan musim semi, para petani yang duduk di belakang traktor tebu nirawak, dipandu oleh Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BeiDou Navigation Satellite System/BDS), menebarkan benih tebu secara berkala. Dengan bantuan traktor nirawak ini, proses penanaman, pemupukan, dan pemulsaan dapat diselesaikan dalam sekali jalan.Teknologi dan mekanisasi pertanian yang semakin modern ternyata membawa perubahan nyata dalam penanaman tebu di wilayah Wuxuan, salah satu area penanaman tebu utama di China. Proses penyemaian tebu menjadi sepuluh kali lebih efisien dari sebelumnya.Setelah BDS membantu merancang rute sebelumnya, traktor-traktor ini akan mengikuti rute yang telah ditentukan selama proses pengoperasian."Dengan bantuan sistem ini, kami dapat mengontrol deviasi garis lurus dalam jarak dua sentimeter, serta mengontrol jarak di dalam lima sentimeter di antara setiap garis, yang dapat bermanfaat bagi fotosintesis dan penyerapan nutrisi serta oksigen pada tebu," ujar Wu QiHui, direktur Koperasi Khusus Mesin Pertanian Bosheng Wuxuan. "Selain itu, ventilasi yang baik juga sangat penting untuk mencapai hasil panen yang tinggi."Sejak menanam tanaman komersial ini di China selatan selama lebih dari sepuluh tahun, Lu Ruwen, seorang petani setempat bergabung dengan koperasi tersebut empat tahun lalu yang menyediakan layanan penyewaan mesin dan peralatan pertanian.
Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2024 ini menunjukkan sebuah mesin pembajak tanah sedang bekerja di lahan di Kota Laibin, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Luo Wenwu)
Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2024 ini menunjukkan mesin-mesin pertanian sedang menabur benih tebu di sebuah lahan di Kota Laibin, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Liang Huiye)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

ifo Institute: Kelangkaan bahan di sektor manufaktur Jerman mereda
Indonesia
•
01 Dec 2022

Bank of Canada naikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin
Indonesia
•
27 Oct 2022

Gedung Putih usulkan belanja pertahanan 1,5 triliun dolar AS dalam proposal anggaran 2027
Indonesia
•
04 Apr 2026

Larangan penangkapan ikan selama 10 tahun di Sungai Yangtze buahkan hasil berlipat
Indonesia
•
11 Dec 2025


Berita Terbaru

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026

Fokus Berita – Kuasai 60 persen ekonomi dunia, keterbukaan dan inovasi jadi kunci pertumbuhan Asia-Pasifik
Indonesia
•
09 Sep 2026

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026

Trump balas tarif Kanada: Produk negeri ‘Maple Leaf’ dihapus dari kontrak pemerintah AS
Indonesia
•
09 Sep 2026
