
Rakyat Filipina terbebani kenaikan tarif listrik di tengah lonjakan harga pangan

Seorang pedagang terlihat di sebuah pasar di Quezon City, Filipina, pada 13 September 2023. (Xinhua/Rouelle Umali)
Tarif listrik di Filipina memang masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan di Metro Manila, rata-rata tarif listrik mencapai sekitar 12 peso per kWh, jauh di atas wilayah ibu kota lainnya di kawasan itu.
Manila, Filipina (Xinhua) – Tagihan listrik akan menjadi beban tambahan bagi warga Filipina yang tengah menderita akibat kenaikan harga beras, sayuran, dan bahan pangan lainnya.Manila Electric Company (Meralco), perusahaan distribusi listrik swasta terbesar di Filipina yang melayani 7,7 juta pelanggan, pekan lalu mengumumkan kenaikan tarif listrik sebesar sekitar 0,5 peso atau sekitar 0,008 dolar AS per kWh mulai September.Kenaikan mendadak yang mengejutkan banyak konsumen itu dapat memicu pengeluaran tambahan sebesar 100 peso Filipina untuk rumah tangga yang mengonsumsi 200 kWh listrik per bulan.Mariah Companero (22), yang merupakan pencari nafkah bagi keluarganya yang beranggotakan tujuh orang dari Provinsi Laguna, sebelah selatan Manila, mengatakan bahwa kenaikan tarif ini "mungkin terdengar kecil, namun dalam skala yang lebih besar, terutama untuk tagihan-tagihan yang besar, ini merupakan tambahan biaya yang cukup signifikan."Kenaikan tarif listrik tersebut dapat berkontribusi lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi yang melonjak ke angka 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus dari 4,7 persen pada Juli.Tarif listrik di Filipina memang masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Di Metro Manila, rata-rata tarif listrik mencapai sekitar 12 peso per kWh, jauh di atas wilayah ibu kota lainnya di kawasan itu. Masyarakat di daerah pedesaan bahkan harus membayar tarif yang lebih tinggi lagi meskipun pendapatan mereka lebih rendah.David Dumanaiz (61), seorang pengemudi kendaraan roda tiga di San Pedro, Provinsi Laguna, khawatir akan dampak kenaikan tarif listrik mendatang terhadap anggaran bulanan keluarganya."Tagihan listrik kami bulan lalu mencapai 5.700 peso. Jika tarif listrik terus naik, itu akan mengganggu arus anggaran bulanan kami," katanya kepada Xinhua.Meralco mengaitkan kenaikan ini dengan kenaikan biaya produksi yang mengalami lonjakan sebesar 0,43 peso per kWh. "Melemahnya nilai tukar peso Filipina terhadap dolar AS juga turut berkontribusi karena banyak produsen listrik menggunakan mata uang dolar AS," imbuh Wakil Presiden Meralco Joe Zaldarriaga.
Para pedagang terlihat di sebuah pasar di Quezon City, Filipina, pada 13 September 2023. (Xinhua/Rouelle Umali)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inflasi di Belanda sentuh level tertinggi dalam 47 tahun pada 2022
Indonesia
•
11 Jan 2023

Muslim mayoritas tapi minim pengusaha, pebisnis serukan “jihad ekonomi”
Indonesia
•
31 Aug 2025

Jumlah penumpang Bandara Heathrow London pulih ke level prapandemi beberapa tahun lagi
Indonesia
•
27 Oct 2022

Xizang di China tuntaskan perdagangan hak penggunaan air yang pertama
Indonesia
•
20 Dec 2023


Berita Terbaru

Seluruh listrik di Xizang berasal dari energi bersih, terbesar di China
Indonesia
•
30 May 2026

Analisis – Langkah proteksionis UE hanya akan jadi bumerang
Indonesia
•
29 May 2026

Kemnaker dan Huawei Indonesia sepakat tingkatkan kompetensi digital di Tanah Air
Indonesia
•
28 May 2026

Feature – Profesional muda China dan Indonesia jalin kerja sama apik di KCJB
Indonesia
•
28 May 2026
