Taman Safari Indonesia selamatkan macan kumbang luka di Batang

Taman Safari Indonesia (TSI), melalui Taman Safari Unit 4 dan fasilitas Beach Safari Batang, turut dalam penanganan seekor macan kumbang (Panthera pardus melas). Macan kumbang tersebut dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu, 12 Agustus 2026. (Taman Safari Indonesia)

Macan kumbang yang diselamatkan TSI dan (BKSDA) Jawa Tengah dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu, 12 Agustus 2026

 

Batang, Jawa Tengah (Indonesia Window) – Taman Safari Indonesia (TSI), melalui Taman Safari Unit 4 dan fasilitas Beach Safari Batang, turut dalam penanganan seekor macan kumbang (Panthera pardus melas).

Macan kumbang tersebut dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Proses evakuasi dilaksanakan secara terkoordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah sebagai otoritas berwenang, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang.

Upaya tersebut dilakukan guna mengamankan satwa sekaligus mencegah terjadinya konflik dengan masyarakat sekitar.

Dalam proses tersebut, Beach Safari Batang dipercaya oleh BKSDA Jawa Tengah untuk memberikan dukungan fasilitas dan tenaga medis dalam penanganan awal satwa, didukung oleh kesiapan sumber daya teknis serta lokasi fasilitas yang relatif dekat dengan titik kejadian.

Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., VP, Life Science Taman Safari Indonesia menyatakan, “Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis (kematian dini pada sel) pada bagian kaki depan kanan, yang diperkirakan telah terjadi sejak beberapa hari sebelum evakuasi. Penyebab pasti luka tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis”.

Hingga saat ini, satwa berada dalam kondisi aman di fasilitas Beach Safari Batang dan menjalani observasi secara berkala guna memastikan kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh, termasuk memastikan ada tidaknya kondisi lain di luar luka pada kaki.

TSI menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia, termasuk melalui keterlibatan teknis pada penanganan satwa di luar habitat operasionalnya apabila diminta dan dipercaya oleh otoritas berwenang.

Perusahaan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan satwa liar di area permukiman, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan prosedur yang tepat.

Perkembangan kondisi satwa akan terus dipantau dan dikoordinasikan bersama BKSDA Jawa Tengah serta otoritas terkait lainnya.

 

Tentang Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia (TSI) adalah taman rekreasi bertema dan lembaga konservasi kelas dunia yang terletak di enam kota terbesar dan empat resort di seluruh Indonesia.

TSI memiliki lebih dari 673 spesies dan 22.963 satwa dan menarik lebih dari lima juta pengunjung setiap tahunnya.

Sejak 1981, TSI telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan meng introduction ribuan satwa kembali ke alam liar.

Sebagai hasilnya, taman rekerasi tersebut telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah.

Lembaga konservasi kelas dunia tersebut telah meraih empat sertifikasi internasional dan lebih dari 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi.

Perjalanan TSI dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada April 1981.

Seiring berjalannya waktu, TSI memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada Desember 1997.

Keberhasilan dua area konservasi tersebut menginspirasi TSI untuk terus berkarya dengan bertambahnya The Amazing Taman Safari Bali, The Fantastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru Marine Safari Bali, Varuna Bali dan Enchanting Valley Bogor.

TSI juga mengelola beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Gerai Souvenir Safari Wonders

Kontak Media Trully Erlynda Corporate Communication Manager, Taman Safari Indonesia Group ● Phone: 0851-2139-9506 ● Email: mgr.corporatecommunication@tamansafari.com Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi kami di www.tamansafari.com.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait