
Taikonaut Shenzhou-16 akan tinggal di orbit selama sekitar lima bulan

Foto tak bertanggal ini menunjukkan taikonaut China Jing Haipeng (tengah), Zhu Yangzhu (kanan), dan Gui Haichao yang akan melaksanakan misi penerbangan luar angkasa Shenzhou-16. (Xinhua)
Taikonaut Shenzhou-16 akan melakukan pengujian dan eksperimen berskala besar di orbit terkait studi fenomena kuantum baru, sistem waktu dan frekuensi presisi tinggi di ruang angkasa, verifikasi relativitas umum, serta asal usul kehidupan.
Jiuquan, China (Xinhua) – Taikonaut China Jing Haipeng, Zhu Yangzhu, dan Gui Haichao melaksanakan misi penerbangan luar angkasa Shenzhou-16, dan akan tinggal di orbit selama sekitar lima bulan, demikian diumumkan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) dalam konferensi pers pada 29 Mei lalu.Selain menjadi menjadi komandan misi, Jing akan menjadi taikonaut pertama negara itu yang pergi ke luar angkasa untuk keempat kalinya. Dia pernah terlibat dalam misi Shenzhou-7 pada 2008 dan memimpin kru Shenzhou-9 serta Shenzhou-11 masing-masing pada 2012 dan 2016.Sementara itu, Zhu dan Gui akan melakukan perjalanan perdana mereka ke luar angkasa. Mereka merupakan anggota taikonaut gelombang ketiga China yang seleksinya rampung pada September 2020.Zhu akan bertugas sebagai engineer penerbangan luar angkasa dalam misi Shenzhou-16. Gui merupakan profesor dari Universitas Beihang yang berbasis di Beijing, dan dirinya akan bekerja sebagai pakar muatan (payload expert) yang bertanggung jawab atas operasional di orbit untuk muatan eksperimen sains di stasiun ruang angkasa Tiangong China.Pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-16 diluncurkan pada Selasa (30/5) pukul 09.31 Waktu Beijing atau 08.31 WIB dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut, kata Wakil Direktur CMSA Lin Xiqiang.Shenzhou-16 akan menjadi misi berawak pertama setelah program stasiun luar angkasa China memasuki tahap aplikasi dan pengembangan.
Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center) pada 30 Mei 2023 ini menunjukkan kru Shenzhou-15 dan Shenzhou-16 berfoto bersama di dalam modul inti Tianhe, stasiun luar angkasa milik China. Tiga astronaut di pesawat antariksa China Shenzhou-16 memasuki stasiun luar angkasa negara itu dan bertemu dengan tiga astronot lainnya pada Selasa (30/5), memulai putaran baru serah terima awak di orbit. (Xinhua/Li Jie)
Tugas
Para astronaut Shenzhou-16 akan melakukan pengujian dan eksperimen berskala besar di orbit yang akan mencakup berbagai bidang sesuai yang telah direncanakan.Mereka diharapkan dapat menorehkan pencapaian ilmiah tingkat tinggi terkait studi fenomena kuantum baru, sistem waktu dan frekuensi presisi tinggi di ruang angkasa, verifikasi relativitas umum, serta asal usul kehidupan, tutur Lin.Misi Shenzhou-16 juga akan memasang silinder propulsi listrik dan mengangkat kamera di luar wahana antariksa (extravehicular), kata Lin.Misi Shenzhou-16 juga akan merampungkan pemasangan fasilitas-fasilitas aplikasi extravehicular besar, seperti peralatan eksperimen paparan biologis radiasi, imbuhnya.Dalam misi mereka, para kru Shenzhou-16 akan menyaksikan penambatan (docking) wahana antariksa kargo Tianzhou-5 dan pesawat antariksa berawak Shenzhou-17, serta keberangkatan pesawat antariksa berawak Shenzhou-15 dan Tianzhou-5, ungkap Lin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi pascaoperasi
Indonesia
•
02 May 2023

Lingkungan ekologis China membaik pada 2023 dengan kemajuan pada kualitas udara dan air
Indonesia
•
07 Jun 2024

Emisi metana TPA sampah global kini dapat diukur dengan satelit
Indonesia
•
02 Aug 2025

Sistem Satelit Navigasi BeiDou China catat peningkatan skala penerapan
Indonesia
•
11 Nov 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
