
Studi ungkap evolusi primata dipengaruhi gaya berburu menyergap

Seekor simpanse terlihat di Taman Nasional Douala Edea di wilayah Littoral, Kamerun, pada 20 April 2022. (Xinhua/Kepseu)
Evolusi primata terjadi saat spesies leluhur ordo (bangsa) ini mengadopsi pola makan karnivora dengan menyergap mangsa di pohon, menurut hipotesis dari sebuah kelompok penelitian China.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah kelompok penelitian China mengajukan hipotesis baru tentang evolusi primata masa kini. Menurut hipotesis tersebut, spesies leluhur primata mendapatkan penampilan khas mereka saat mengadopsi pola makan karnivora dengan menyergap mangsa di pohon.Primata, termasuk kera dan manusia, dicirikan dengan tangan dan kaki yang mampu menggenggam, cakar yang berkurang, dan jarak antara rongga mata yang lebih dekat sehingga memberikan peningkatan kemampuan melihat ke depan.Sebuah teori terkenal mengatakan bahwa orbit konvergen dari nenek moyang primata yang menghuni pohon dan memangsa serangga dapat membantu mereka menemukan mangsa. Kendati demikian, sulit dijelaskan mengapa predator lain, seperti serigala dan elang, tidak mengembangkan fitur wajah yang sama.Para ahli zoologi dari Northeast Normal University menganalisis banyak spesies nonprimata dengan konvergensi orbital tinggi seperti kucing, burung hantu, dan ikan pipih.Mereka menemukan bahwa semua hewan itu tergolong predator penyergap, yang kemudian memberikan petunjuk bahwa penampilan nenek moyang kita diadaptasi saat mereka belajar cara berburu menyergap, menurut studi yang diterbitkan pada Kamis (15/9) di jurnal Science Advances.Selanjutnya, mereka merekam suara tupai saat memanjat pohon, sebelum dan sesudah cakar mereka dipotong. Tupai tanpa cakar ternyata merupakan pemanjat yang jauh lebih senyap, sebuah eksperimen yang mungkin dapat menjelaskan mengapa nenek moyang primata yang masih berburu berevolusi dengan mengurangi cakar mereka untuk membuat mangsa mereka lengah."Studi ini merupakan upaya penting untuk menjawab pertanyaan kontroversial tentang bagaimana pola makan mempengaruhi evolusi primata," kata Wu Yonghua, profesor di Northeast Normal University dan salah satu penulis makalah tersebut, kepada Xinhua.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs peninggalan Dinasti Xia ditemukan di China utara
Indonesia
•
09 Mar 2023

Tim peneliti multinasional lakukan studi perubahan iklim di danau air asin tertinggi di dunia
Indonesia
•
09 Jun 2024

Dukung misi Bulan dan Mars, tim ilmuwan luncurkan peta jalan untuk pertanian antariksa
Indonesia
•
29 Nov 2025

China dirikan lembaga penelitian kedokteran pertama di negara itu yang didukung komputasi kuantum
Indonesia
•
10 Dec 2024


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
