
Studi fosil temukan bukti burung purba pemakan buah

Seekor burung bermata putih bertengger di sebuah pohon kesemek yang sedang berbuah dengan sepotong buah kesemek di paruhnya di Shanghai, China timur, pada 2 Desember 2021. (Xinhua/Fang Zhe)
Hewan pemakan buah paling awal yang diketahui adalah burung yang hidup 120 juta tahun silam, dan keberadaan makhluk seperti itu kemungkinan berkontribusi pada penyebaran tanaman penghasil buah.
Jakarta (Indonesia Window) – Burung purba tidak hanya mampu menangkap cacing tetapi juga menyebarkan biji-bijian. Menurut sebuah studi ilmiah baru, hewan pemakan buah paling awal yang diketahui adalah burung yang hidup 120 juta tahun silam, dan keberadaan makhluk seperti itu kemungkinan berkontribusi pada penyebaran tanaman penghasil buah.Banyak burung mengonsumsi buah-buahan dan membantu tanaman bereproduksi dengan menyebarkan biji-bijian di kotorannya, namun sampai sekarang para ilmuwan belum dapat menemukan bukti langsung kapan interaksi hewan-tanaman ini dimulai.Namun demikian, menurut para peneliti dari Universitas Oxford dan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), jawabannya mungkin terletak pada spesies burung primitif yang dikenal sebagai Jeholornis, seekor burung seukuran gagak berekor panjang yang hidup di China pada Periode Kapur Awal (Early Cretaceous), sekitar 120 juta tahun lalu.Hasil studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal online eLife.Seperti yang diungkapkan oleh studi itu, beberapa burung memakan biji-bijian secara langsung, memecahkannya, atau menggilingnya di perut mereka untuk mengekstrak nutrisi di dalamnya, sementara burung lain menelan biji-bijian secara utuh ketika mereka memakan buah. Metode makan kedua ini memungkinkan biji-bijian tersebar secara utuh dalam kotoran burung, sehingga menyebarkan tanaman melalui habitatnya.Dalam studi tersebut, para peneliti memindai dan merekonstruksi tengkorak fosil Jeholornis dan membandingkannya dengan tengkorak burung modern, menemukan bahwa tengkorak burung purba itu tidak diciptakan untuk memecahkan biji-bijian.Mereka kemudian membandingkan sisa biji-bijian yang ditemukan di dalam fosil Jeholornis dengan biji-bijian yang dimakan burung modern, dan menemukan bahwa burung purba tidak menunjukkan tanda-tanda penggilingan. Ini menunjukkan bahwa Jeholornis merupakan pemakan buah utuh setidaknya selama sebagian Periode Kapur Awal.Mengungkapkan bahwa Jeholornis memberikan bukti paling awal untuk konsumsi buah pada burung, studi tersebut mengatakan hal itu membuka jalan baru bagi para ilmuwan untuk mengeksplorasi bagaimana tanaman dan burung mungkin berevolusi bersama. Analisis serupa juga dapat membantu membuka informasi baru tentang bagaimana spesies lain berinteraksi dengan lingkungan mereka.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Australia ciptakan metode ramah lingkungan untuk ekstraksi lithium
Indonesia
•
10 Jul 2025

Peneliti Indonesia kembangkan implan tulang berbasis magnesium tanpa operasi pengangkatan
Indonesia
•
19 Nov 2025

XPENG dan Volkswagen akan bangun jaringan pengisian daya EV super cepat di China
Indonesia
•
07 Jan 2025

Peneliti China gunakan satelit sains Bumi untuk pantau anjungan minyak dan gas lepas pantai
Indonesia
•
09 Feb 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
