
China akan seleksi dan latih astronaut dari negara-negara mitra

Foto kombinasi ini menunjukkan wahana antariksa berawak Shenzhou-19 yang menumpang roket pengangkut Long March-2F, sedang lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 30 Oktober 2024. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Stasiun luar angkasa China tidak hanya berfungsi sebagai aset nasional, tetapi juga sebagai platform untuk memajukan teknologi antariksa dan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
Jiuquan, China (Xinhua/Indonesia Window) – China sedang melakukan serangkaian diskusi guna menyeleksi dan melatih astronaut dari negara-negara mitra untuk berpartisipasi dalam misi stasiun luar angkasanya, demikian disampaikan seorang juru bicara Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) dalam konferensi pers pada Selasa (29/10).CMSA menyambut mitra-mitra internasionalnya untuk bergabung dalam misi penerbangan stasiun luar angkasa China, kata juru bicara CMSA Lin Xiqiang dalam konferensi pers di Jiuquan, China barat laut, menjelang peluncuran misi antariksa berawak Shenzhou-19 yang dijadwalkan dilaksanakan pada Rabu (30/10) dini hari."Terlepas dari negara mana yang berpartisipasi, mengungkap misteri kosmos merupakan upaya kolektif umat manusia," ujar Lin, seraya menyebutkan bahwa misi antariksa berawak merupakan "upaya manusia yang paling gamblang dalam pemanfaatan sumber daya antariksa."Saat ini, batch pertama dari muatan yang dipilih berdasarkan kerja sama antara China dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Luar Angkasa (United Nations Office for Outer Space Affairs/UNOOSA) sedang melakukan eksperimen di orbit, tutur Lin. Dia menambahkan bahwa makin banyak inisiatif penelitian eksperimental kolaboratif internasional sedang dikembangkan.Stasiun luar angkasa Tiangong milik China memiliki banyak sumber daya aplikasi ilmiah dan kemampuan dukungan yang komprehensif, sementara sistem berawak Shenzhou serta sistem kargo Tianzhou dapat memastikan transportasi pulang-pergi yang dapat diandalkan dan stabil antara Bumi dan luar angkasa bagi para personel dan pasokan, ujar Lin. "Ini adalah platform yang sangat baik untuk kolaborasi internasional."China telah melakukan kolaborasi internasional dengan negara-negara utama penjelajah luar angkasa maupun negara-negara berkembang, yang mencakup berbagai bidang, termasuk penyeleksian dan pelatihan astronaut, penerapan ilmu antariksa, berbagai fasilitas di orbit, perlindungan dari puing-puing luar angkasa, dan dukungan darat (ground support), yang telah membuahkan banyak hasil, ungkap Lin.Stasiun luar angkasa China tidak hanya berfungsi sebagai aset nasional, tetapi juga sebagai platform untuk memajukan teknologi antariksa dan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia, imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Filipina peringatkan soal potensi suhu udara "berbahaya" hingga 51 derajat
Indonesia
•
12 Apr 2024

Ilmuwan temukan bukti efek pasang surut Bulan di ‘plasmasphere’ Bumi
Indonesia
•
01 Feb 2023

Data wahana pendarat InSight NASA jadi pengamatan pertama terhadap inti Mars
Indonesia
•
01 May 2023

LIPI temukan empat spesies kumbang baru di Maluku Utara
Indonesia
•
13 Feb 2020


Berita Terbaru

ZTE dan XLSMART luncurkan pusat inovasi di Jakarta untuk dukung pengembangan 5G-A dan AI di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut
Indonesia
•
28 Apr 2026

Ilmuwan China temukan 2 mineral Bulan baru
Indonesia
•
25 Apr 2026

Begini cara baru ubah jerami jadi supermaterial
Indonesia
•
25 Apr 2026
