
Badan amal lokal di Suriah berupaya keras layani warga terdampak gempa

Para sukarelawan Suriah terlihat menyiapkan makanan untuk para pengungsi di sebuah dapur amal di Aleppo, Suriah utara, pada 12 Februari 2023. (Xinhua/Monsef Memari)
Solidaritas pascagempa dahsyat Turkiye-Suriah ditunjukkan oleh badan amal Saed Initiative yang mendistribusikan antara 2.500 hingga 4.000 makanan per hari di Aleppo.
Aleppo, Suriah (Xinhua) – Selama sepekan terakhir yang memilukan setelah gempa dahsyat yang mengguncang Suriah, negara yang sudah hancur akibat perang, badan-badan amal setempat bekerja dengan kapasitas penuh untuk membantu orang-orang yang menderita akibat gempa mematikan tersebut.Saed Initiative merupakan salah satu badan amal yang bekerja di Suriah selama bertahun-tahun, dengan tujuan untuk membantu orang-orang yang terdampak perang yang telah berlangsung selama 11 tahun itu. Biasanya, mereka bekerja pada berbagai kesempatan seperti bulan suci Ramadhan, memberikan makanan gratis untuk berbuka puasa, tetapi kini mereka menghadapi tugas besar yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan.Pascagempa bumi tersebut, Saed Initiative memutuskan untuk membuat dapur amal yang akan memberikan makanan gratis sepanjang tahun.Kelompok tersebut mendistribusikan antara 2.500 hingga 4.000 makanan per hari di Aleppo, dan mereka berencana meningkatkan kapasitasnya agar dapat mendistribusikan sebanyak 40.000 makanan per hari.Isam Habbal, kepala Saed Initiative, mengatakan kepada Xinhua di dapur amal mereka yang ada di Aleppo bahwa warga Suriah menunjukkan solidaritas luar biasa selama krisis gempa ini saat setiap rumah mengirimkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan."Ini merupakan kerja kolektif yang memberikan pelayanan bagi komunitas kami. Tentu saja, ini menunjukkan betapa kuatnya komunitas kami. Pada suatu waktu, sebelum pesawat bantuan tiba, setiap rumah mengirimkan bantuan, baik itu pakaian mereka, obat-obatan, atau makanan dan uang," tuturnya.Dia mengatakan bahwa warga Suriah "membuktikan kepada dunia dan diri kami sendiri, yang merupakan hal terpenting, bahwa kami semua adalah satu, tidak dipisahkan oleh kota-kota."Di dapur amal itu, para sukarelawan bekerja keras, beberapa orang memotong sayuran, sementara yang lain memasak nasi, dan banyak orang lainnya mengemas kotak makanan ke dalam mobil untuk diantar ke tempat-tempat pengungsian.
Para sukarelawan Suriah terlihat menyiapkan makanan untuk para pengungsi di sebuah dapur amal di Aleppo, Suriah utara, pada 12 Februari 2023. (Xinhua/Monsef Memari)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bolivia catat hampir 100 kasus cacar monyet dalam sebulan lebih
Indonesia
•
07 Sep 2022

Kemauan, kemampuan terbentur zonasi
Indonesia
•
24 Jun 2019

Deplu AS: Serangan Israel ke sekolah PBB di Gaza tak langgar "garis merah" yang ditetapkan AS
Indonesia
•
09 Jun 2024

Otoritas: Kebakaran gedung di China timur disebabkan penggunaan api secara ilegal
Indonesia
•
25 Jan 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Feature – Tiga generasi pecinta Kung Fu: Kisah mahasiswi Indonesia belajar Tai Chi di China
Indonesia
•
18 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026
